Tips Cara Menanam Bonsai Tanaman Buah Paling Mudah

Diposting pada

Bonsai tanaman buah? Iya, jangan kaget :). Mungkin bagi sebagian orang, membuat bonsai buah adalah hal yang mustahil, karena beranggapan buah membutuhkan nutrisi yang berlimbah, sedangkan bonsai justru dibatasi kebutuhan hara untuk pertumbuhannya. Bukan, bukan seperti itu. Kita ketahui bersama, bagaimana tabulampot sekarang menjadi tren di perkotaan, di mana lahan begitu langka. Buah jambu, Jeruk, Klengkeng dll ternyata bisa hidup dan berbuah dengan lebat dalam media tanam pot. Ini yang menginspirasi para petani bonsai untuk mewujudkan karya dari tanaman buah.

Syarat utama tanaman bisa dimasukkan dalam kategori bonsai

1. Kerdil (mini)
2. Kelihatan tua dan kokoh
3. Nilai artistik, mempunyai keindahan yang kelihatan alami

Langkah-langkah menanam bonsai buah

1. Memilih bakalan bonsai
bonsai tanaman buah 1Tidak semua jenis buah bisa dipakai sebagai bahan bonsai. Tanaman harus mempunyai akar yang kokoh, batang yang keras dan mempunyai kesan tua dari warna serta struktur batang dan ranting yang bisa dibentuk.
Beberapa tanaman buah yang bagus dibuat bonsai misalnya : Juwet/duwet/jamblang , Apel, Klengkeng, Jambu biji maupun jambu air, jeruk linkit, buah landepan dan lain-lain.

2. Pengerdilan
Untuk memenuhi syarat utama bonsai, ada 3 jenis perlakuan yang dapat dilakukan.

a. Genetik
Cara ini bisa dilakukan dengan teknologi tinggi dengan cara menyilangkan beberapa varietas tanaman. Dalam proses penyilangan ini, gen sifat kerdit bisa disuntikkan ke dalam calon tanaman ini. Bisa juga dengan teknik kultur jaringan dengan mengambil “embrio” dari tanaman bonsai yang sudah jadi. Bakal tanaman ini akan mewarisi gen dan sifat dari induknya.

Kelemahan metode ini adalah butuh waktu yang lama dan biaya yang ditidak sedikit karena peralatan dan bahan-bahan yang digunakan harganya mahal. Petani bonsai perorangan kayaknya gak akan sanggup.

b. Kimia
Ada cairan kimia yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan. Salah satunya adalah Cultar 250 EC. Cara penggunaannya adalah dengan menyemprotkan cairan kimia tersebut ke bagian-bagian tanaman yang mau dikerdilkan. Mulai dari akar, batang, ranting sampai daun. Bagian yang terkena semprotan tidak akan bisa tumbuh dengan normal dari segi ukuran.

c. Fisik
Ini adalah cara yang paling banyak dilakukan oleh para petani atau seniman bonsai untuk membentuk bonsai tanaman buah. Cara yang sederhana, murah namun membutuhkan ketelatenan dan jiwa seni yang tinggi. Bakalan bonsai diperlakukan sedimikian hingga, bentuk bonsai yang diharapkan bisa didapatkan.

Kali ini, yang akan saya bahas adalah teknik yang ke 3, yaitu membentuk bonsai tanaman buah dengan perlakuan fisik.

3. Pemotongan Batang

Untuk mendapatkan bonsai yang ceper, kerdil maka batang harus dipotong. Namun perlu diperhatikan, bahwa potongan tersebut tidak boleh mengganggu keindahan sehingga harus ditutupi. Beri perlakuan khusus pada luka bekas potong dengan cara yang pernah saya tulis di sini.

Cari cabang terdekat yang menhadap ke depan, tarik ke atas agar tumbuhnya nanti akan menutupi luka bekas potong. Bagaimana kalau tidak ada cabang terdekat? Kita bisa memilih tunas (yang menghadap ke depan) untuk dipiara sehingga nantinya akan bisa diarahkan ke atas tumbuhnya dan menjadi cover luka potong tadi.

4. Gunakan Pot Ukuran Kecil

Akar tanaman dikotil mempunyai kemampuan tumbuh yang liar. Untuk itu diperlukan media untuk mengendalikannya. Ukuran pot yang kecil akan meminimalkan ruang tumbuh akar. Ketiadaan ruang tumbuh akam membuat akar tidak terlalu panjang, namun membentuk gumpalan saling melilit (menciptakan efek kokoh).

Jika pertumbuhan akar tertahan, maka bagian tanaman yang lain akan menyesuaikan. Ini berkaitan dengan kemampuan akar mendapatkan nutrisi yang juga berkurang. Batang , cabang, ranting dan daun serta buahnya nanti akan ikut jadi kerdil (mini).

5. Pemangkasan (Prunning) Akar

pemangkasan prunning akar bonsai buahDikarenakan media tanam (Pot) yang kecil, akar akan saling melilit dan menonjol ke atas. Ini memang akan menciptakan kesan kokoh, namun tetap harus terlihat artistik. Oleh karena itu, akar yang tidak mendukung konsep keindahan harus dipangkas.

6. Pemangkasan Tunas Baru

Ketika ada tunas muncul, maka nutrisi akan difokuskan untuk pertumbuhan tunas ini. Apa efeknya? Tanaman akan tumbuh tinggi menjulang. Oleh karena itu, tunas yang tidak diharapkan karena tidak sesuai dengan konsep bentuk bonsai yang ingin didapatkan, harus secepatnya dibuang (dipotong). Pilih tunas secara selektif, jika ingin menyisakannya.

7. Kebutuhan Sinar Matahari yang tepat

Sifat alami tanaman adalah tumbuh ke arah sinar matahari. Ini bisa merusak bentuk. Oleh karenanya, sebaiknya tanaman bonsai diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari pagi. Jangan yang full sun. Terlalu banyak sinar matahari akan membuat nutrisi yang memang dibuat terbatas akan habis menguap. Tanaman akan menjadi kering. Cukup pagi hari saja, biar proses fotosintesis tetap bisa berjalan.

8. Mengecilkan ukuran daun

Akan kelihatan aneh, jika batang yang kerdil, buah yang mini namun daunnya lebar menutupinya. Sehingga, sebagai seniman bonsai harus bisa membuat ukuran daun tanaman buah proporsional.

Bagaimana caranya?
Pertama, gunduli terlebih dahulu semua daunnya. Siram tanaman dengan “porsi” yang lebih sedikit dari kebutuhan normal. Dengan kurangnya nutrisi/air daun yang tumbuh akan mengecil dengan sendirinya. Penyiraman cara ini sampai kapan? Sampai daun menjadi dewasa ditandai dengan warnanya yang biru tua. Baru penyiraman bisa dilakukan dengan ukuran yang normal.

Begitulah pengalaman saya dalam membentuk bonsai dari tanaman buah. Dengan komposisi tanaman yang pas, bonsai buah ini bisa menjadi hiasan yang mengagumkan di ruang tamu. Segala sesuatu tidak ada yang instan. Jangan cepat bosan jika usaha anda untuk menanam bonsai dari tanaman buah tidak berhasil di usaha-usaha awal. Tetap semangat, dan tetap mencoba. Salam bertanam!

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *