Serba-serbi Perawatan Aglaonema

Diposting pada

Untuk meperbanyak tanama aglaonema, ada 2 metode atau cara yang dapat dilakukan. Yang pertama metode generatif atau biasa disebut kawin, yakni dengan menanam biji tanaman. Sedangkan vegetatif bisa dilakukan dengan pemisahan anakan tanaman, stek ataupun kultur jaringan. Secara skala besar, kultur jaringan tentunya menjadi pilihan. Karena dengan metode ini, maka bisa didapatkan anakan yang sangat banyak dalam waktu yang relatif lebih singkat. Namun yang paling sering dilakukan oleh pecinta aglaonema, yang paling besar kemungkinan berhasilnya adalah pemisahan anakan. Proses ini bisa dilakukan sekalian dengan proses repotting yang rutin dilakukan.

Syarat utama dalam pemeliharaan aglaonema adalah sinar matahari (simat) yang cukup, tidak terlalu banyak, kira-kira 4-5 jam per hari dan sirkulasi udara yang lancar. Rata-rata tanaman aglaonema paling baik pertumbuhannya jika menerima sinar matahari dari pagi sampai jam 10:00 dan sore di jam 15:00 sampai matahari terbenam. Sinar matahari penting untuk proses tumbuh dan kembang tanaman.

AglaonemaSirkulasi udara berkaitan dengan media tanam. Jaga dan kondisikan agar media tanam tidak terlalu lembab karena hal ini akan memicu munculnya berbagai penyakit. Jika sirkulasi udara lancar, maka tambahkan komposisi tanah merah di media tanam. Tujuannya agar media tanam cepat kering. Bila di tempat normal, komposisi media tanam ini adalah tanah merah , humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Agar penampilan aglaonema semakin cantik, maka lakukan pemupukan seminggu sekali. Agar nutrisi di media tanam yang akan diserap oleh akar dan didistribusikan ke semua komponen tanaman dapat senantiasa terpenuhi. Yang perlu diperhatikan, pemupukan pada saat musim kemarau biasanya dilakukan dengan menebar di atas permukaan media tanam. Pada saat menyiram, kandungan pupuk ikut menyerap ke tanah atau mendia tanam perlahan demi perlahan. Namun pada kondisi hujan, maka pemupukan dilakukan dengan cara pupuk dibenamkan di media tanam, agar ketika terkena air hujan, pupuk tersebut tidak habis tergerus air hujan.

Penyakit sering muncul ketika musim hujan, di antaranya busuk akar dan busuk daun. Air hujan yang menggenang akan menyebabkan media tanam sangat lembab, jamur dan bakteri sangat senang dan cepet berkembang dalam kondisi seperti ini. Air hujan yang menggenang di daun juga akan menyebabkan pembusukan daun. Warna daun yang menjadi primadona tanaman ini akan rusak. Jika daun sudah membusuk mungkin pilihan terbaik adalah dengan membuang daun tersebut agar penyakit tidak menyebar.

Lakukan penggantian media tanam dan pot selama 6 bulan sekali. Tujuannya agar komposisi media tanam dapat diganti yang baru, kemampuan media tanam dalam hal penyediaan nutrisi dan penangkal bakteri akan kembali seperti semula. Akar tanaman yang berkembang, ukuran batang dan daun yang semakin besar juga membutuhkan tempat yang lebih longgar. Untuk itu, saat penggantian media tanam, jika memang diperlukan, sekalian lakukan penggantian pot dengan ukuran yang lebih besar.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *