Perbedaan Biji, Benih dan Bibit Adenium

Diposting pada

Banyak dari kita yang masih rancu dalam menyebut biji, benih dan bibit. Kita menganggap bahwa ketiga kata tersebut mempunyai makna atau arti yang sama. Bahkan tak jarang kita terbolka-balik menyebutnya. Saya sendiri sempat bertanya kepada beberapa petani secara langsung, mencari-cari referensi mengenai pengertian sebenarnya.Hasil dari pencarian saya, yang dirangkum dari berbagai sumber, baik buku, web maupun orang-orang secara langsung dapat saya susun dan simpulkan sebagai berikut :

Biji 
Adalah bagian dari tumbuhan yang terbungkus dalam “tanduk” adenium. Setelah “tanduk” atau buah tersebut tua dan kering, ia akan pecah mengeluarkan biji-biji adenium yang masih menempel pada bulu-bulu pelindung. Biji akan terjatuh ke tanah dengan lembut karena bulu tersebut berfungsi sebagai baling-baling sehingga biji tidak jatuh dengan keras yang menyebabkan kerusakan. Indah sekali melihat biji adenium yang keluar dari “tanduk” secara alami.

Saya pernah menyaksikan secara langsung bagaimana “helikopter-holikopter” adenium tersebut. Kebetulan ada adenium yang sedang bertanduk (berbuah). Tanaman tersebut di letakkan di atas pagar depan rumah yang tingginya sekitar 2 meter. Sebenarnya, buah adenium sudah diikat sedemikian rupa agar pada saat buahnya membuka, biji-bijinya tidak hilang.

Siang itu, saat sedang duduk-duduk di emperan depan rumah tiba-tiba beterbangan “helikopter-helikopter” berwarna putih. Awalnya saya tidak tahu apa sebenartnya itu. Setelah mendarat, baru lah saya melihat, bahwa itu adalah biji adenium yang masih di balut bulu-bulu pelindung berwarna putih. Sayang sekali, saat itu tidak sempat merekamnya. Saking takjubnya… kapan-kapan kalau ada adenium yang berbuah lagi akan coba diulangi momen itu, sambil menyiapkan alat perekam tentunya 🙂

Benih
Adalah biji adenium yang sudah mendapatkan perlakuan tertentu sehingga di dapat benih berkualitas. Potensi tumbuhnya tinggi. Biji diambil dari “tanduk” atau buah adenium. Dipisahkan dari bulu pelindung. Biji yang sudah bersih kemudian dijemur untuk mengurangi kadar air.

Tahap selanjutnya adalah pemilahan dan pemilihan. Seleksi dilakukan dengan memisahkan dan membuat biji yang kepes atau kosong. Biji yang sudah bersih, kering dan dipastikan tidak kempes/kosong inilah yang dinamakan dengan benih.

Benih inilah yang sering diperjual-belikan di toko-toko online. Alasanya karena adenium yang masih berupa benih sangat mudah untuk pengirimannya. Beda dengan yang sudah dalam bentuk tanaman/pohon, di mana resiko kematian / layu /rusak saat pengiriman sangat besar.

Sebenarnya, adenium selain dengan biji bisa juga dikembangbiakan dengan cara stek batang. Untuk kepraktisan dan kecepatan memperoleh hasil, tentu saja cara stek yang lebih unggul. Namun kelemahan dari metode ini dibanding perbanyakan secara generatif (benih atau biji) adalah bentuk bonggol yang tidak dapat besar kokoh seperti jika menanamnya dari biji ataupun benih.

Bibit
Benih yang disemai di media tanam yang sesuai, jika berhasil proses persemaiannya akan tumbuh tunas. Inilah yang disebut dengan bibit adenium.

Jual beli bibit agak jarang ditemui saat ini. Baik di nursery-nursery secara offline maupun toko-toko yang menjualnya secara online. Salah satu alasan utamanya adalah resiko kerusakan dan mahalnya biaya pengiriman saat bertransaksi.

Sebagai pecinta adenium, sangat senang bisa mengalami atau menyaksikan perjalanan adenium dari biji (mengeluarkannya dari dalam buah yang mengering), memilah dan memilih biji untuk dijadikan benih serta menyemai benih hinga tumbuh tunas, menjadi baby adenium yang lucu merupakan kebahagiaan tersendiri. Syukurlah…,, saya sudah pernah mengalaminya, meski belum terlalu sering. Dan ingin mengulangi proses tersebut, lagi dan lagi. Salah satu generasi baby adenium saya yang saya ikut berinteraksi dalam proses dari buah – biji – benih dan bibit adalah foto di bawah ini :

Jadi kesimpulan yang dapat diperoleh, urutan prosesnya nya adalah :
Biji –> Diperlakukan khusus –> Benih —> Disemai, tumbuh tunas –> Bibit Adenium , saya lebih senang menyebutnya Baby Adenium 🙂

Bibit berasal dari benih yang sudah bertunas, Benih berasal dari Biji yang sudah mendapatkan perlakuan khusus.

Sudah jelaskah? Jadi jangan salah-salah lagi ya dalam penyebutannya 🙂

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *