Mengenal Tanaman Sansevieria | Si Pemakan Polutan

Diposting pada

Pengenalan Sansevieria – Apa yang terbayang atau teringat ketika melihat tanaman Sansevieria? Kalau saya langsung ke polusi udara. Kenapa begitu? Karena tanaman ini banyak ditanam di pekarangan rumah atau di pinggir jalan untuk menyerap polusi udara sehingga udara menjadi lebih bersih dan segar.

Banyak orang yang menyebut tanaman ini dengan nama ‘Lidah Mertua’. Menurut mereka, karena bentuknya pipih seperti lidah dan tajam. Berarti lidah mertua itu tajam? Ah…sudahlah… tak usah dibahas…ha..ha…

bunga lidah mertua Selain digunakan sebagai tanaman hias dan penghisap polusi, ternyata Sansevieria mempunyai fungsi dan manfaat medis. Banyak yang menggunakan tanaman ini sebagai bahan dasar obat herbal untuk mengobati diabetes, wasir sampai dengan kanker. Di negara jepang, bahkan menggunakan serat tanaman ini sebagai bahan untuk membuat pakaian.

Berdasarkan bentuk fisik, ada 2 macam Sansevieria, yaitu daun bentuk memanjang ke atas sampai mencapai ukuran 50-75 cm (disebut tanaman pedang-pedangan) dan jenis berdaun melingkar dengan panjang 8 cm dan lebar 6 cm. Dilihat dari jenis, ada jenis origin (asli) dan ada jenis hybrida (silangan) .

Perawatan

Sansevieria mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Daunnya panjang dan tebal mejadi tempat penyimpanan cadangan air dan makanan. Tanaman ini tidak memerlukan penyiraman secara rutin, cocok bagi kamu yang sering lupa menyiram tanaman . Tanaman ini cocok hidup di lingkungan yang kering. Apakah ini berarti tidak dapat tumbuh baik dalam kelembaban yang tinggi? Inilah keistimewaannya, bisa berkembang baik di kondisi kering, namun tetap bisa “enjoy” di lingkungan yang basah dan lembab. Hebat sekali kemampuan adaptasi sansevieria ini. Salah satu dari sedikit tanaman yang dapat ditemukan di negara-negara tropis dan negara dengan 4 musim.

Sansevieria dapat ditanam di dalam ruangan yang tidak mendapat sinar matahari secara langsung. Ruangan akan menjadi segar dan nyaman karena kemampuan menyerap polusi yang dimiliki. Namun, minimal seminggu sekali, tetap harus dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Kira-kira 3-4 jam cukup , sebelum dimasukkan kembali ke dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan warna daun sansevieria tetap cerah dan tidak memudar.

Pembibitan Sanseveria

Cara untuk pembibitannya sebagai berikut :
1. Buat bedengan dengan ukuran sesuai kebutuhan banyaknya bibit. Tanah bedengan usahakan remah atau gembur agar akar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Jarak antar tanaman yang dibibitkan 10 x 10 cm.
2. Pembibitan juga bisa dilakukan di polybag. Isi poly bag dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Letakkan di tempat yang teduh namun masih terkena sinar matahari sebentar. 1-2 jam sehari terkena matahari.
3. Hal yang harus diperhatikan selama masa pembibitan adalah kebutuhan air yang harus dijaga. Pada awalnya mungkin akan terlihat bibit berwarna kemerah-merahan. Ini menandakan tanaman ini sedang beradaptasi. Setelah berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan dan media tanam yang baru, maka lambat laun warnanya akan normal kembali.
Demikian uraian tentang pengenalan Sansevieria, ke depannya akan kita sambung dengan hal-hal lainya yang berkaitan dengan budi daya Sansevieria. Sampai jumpa…..

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *