Mengenal Keindahan Bonsai

Diposting pada

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata bonsai? Apakah sama denganku, tanaman yang dikerdilkan? Tidak salah sih.., tapi pengertian itu terlalu sempit. Karena bonsai sejatinya adalah karya seni. Proses suatu tanaman menjadi bonsai sangatlah panjang, tidak instan. Penuh tantangan dan cara menilai, menggagumi keindahan bonsai tidaklah sama dengan tanaman hias yang lainnya.

Dasar-dasar pembentukan bonsai yang harus dipenuhi agar suatu tanaman bisa disebut bonsai ada 4, yaitu : keserasian, penjiwaan, gerak dasar dan keserasian antar komponen tanaman tersebut.

Mengenal Keindahan BonsaiKeserasian
Adalah bagaimana komponen-komponen tanaman dibentuk sedemikian rupa sehingga mengikuti gerak dasar bonsai. Kreatifitas pelaku atau pengrajin atau kreator bonsai sangat berperan mewujudkan keserasian sesuai dengan gaya masing-masing.

Penjiwaan
Penjiwaan akan semakin lengkap, jika arah gerakan bonsai selaras dengan kondisi awal, sehingga ketika dibentuk akan menyampaikan pesan dan kesan kepada yang melihatnya. Tanda penjiwaan suatu bonsai baik adalah ketika bonsai terlihat indah pada pandangan pertama. Bukankah kesan pertama begitu menggoda? Ha…haa….

Gerak dasar
Merupakan karakter atau sifat bawaan dari tanaman yang dibuat bonsai. Gerak dasar disusun dari kombinasi akar, batang, cabang, ranting dan daun. Gerak dasar inilah yang akan menentukan gaya dan bentuk bonsai.

Kematangan

Kematangan bonsai akan terlihat dari hasil akhir pembentukannya. Keseimbangan antar komponen akan mengesankan suatu tanaman terlihat tua. Bahkan bahan dasar bonsai dari tanaman mudapun dapat memancarkan aura tersebut.

Keindahan bonsai disusun dari harmonisasi antar komponen tanaman, baik itu akar, batang, cabang maupun bunga untuk tanaman-tanaman tertentu, seperti adenium misalnya. Menikmati bonsai seperti halnya menikmati alunan musik. Alunan nada-nadanya membawa jiwa mengembara sesuai keinginan sang maestro. Kesan pertama yang memukau akan semakin menyeret jiwa untuk terus dan terus menyelam lebih dalam, dalam keindahan artistik yang disajikan sang bonsai.

 

Tanaman yang dapat dan biasa digunakan sebagai bahan bonsai

Asam Jawa
Karakteristiknya adalah akar dan batang yang kuat. Ketika sudah menjadi bonsai, kesan tua akan sangat mudah didapatkan. Apalagi warna dan kontur kulit pohonnya sangat mendukung dalam menampilkan kesan usia renta namun berbadan kokoh.

Asam Belanda
Sifat dasar hampir sama dengan asam jawa di atas, namun kesan tua bukan dari kulit batang, melainkan dari warna daun yang hijau ke abu-abuan.

Beringin
Inilah yang disebut dengan bonsai asli Indonesia. Tanaman ini banyak dijadikan bonsai karena karakter akarnya dapat dibentuk sedemikian rupa. Memberikan keleluasaan berkreasi bagi para senimannya.

Jeruk
Siapa sangka, buah jeruk yang berwarna hijau dan orange menjadi daya tarik utama tanaman ini dibonsaikan.

Sawo
Batang dan cabang yang memiliki getah lengket menjadikannya lentur, mudah dibentuk mengikuti irama yang diinginkan.

Bagi anda yang berkeinginan untuk membeli bonsai, hendaknya mengetahu ilmu dan pengetahuan dasar pembentukan bonsai. Tujuannya agar dapat melakukan perawatan dengan baik dan benar. Percayalah, meski yang dibeli adalah bonsai yang sudah jadi, tetap saja ia akan membutuhkan perwawatan yang baik, agar keindahannya tetap terjaga. Oleh karena itu, di artikel berikutnya, akan dibagikan dasar-dasar pembentukan bonsai. Semoga bermanfaat….

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *