Mengenal Bougenville si Bunga Kertas

Diposting pada

Di indonesia, bunga bougenville sering disebut bunga kertas. Mungkin karena helai-helai kelopak bunganya seperti kertas kali ya? Tanaman ini cocok dan banyak ditemui di tempat-tempat dengan iklim tropis. Seperti di negara kita ini, banyak taman bunga yang menempatkan bougenville sebagai penghuni wajib.

Bougenville merupakan tanaman yang sangat mudah dibudidayakan. Tidak mengherankan jika banyak taman pribadi (pekarangan rumah) yang dihiasi dengan bunga ini. Tanaman berbatang kecil ini sulit untuk tumbuh tegak, maka biasanya oleh penanamnya diberikan penopang sebagai rambatan. Namun jangan salah, ada jenis bougenville yang besar batangnya bisa seperti pohon kelapa. Wow!

Faktor pembentuk keindahan Bougenville dibentuk dari seludang bunga yang berwarna cerah dan tumbuh dengan rimbun. Banyak yang beranggapan bahwa seludang ini adalah bunga itu sendiri, padahal bukan. Seludang berfungsi sebagai pelindung bunga sebenarnya yang berukuran kecil di tengah-tengahnya.

Tanaman bunga kertas memiliki bagian yang berwarna warni tergantung jenisnya. Ada yang berwarna merah, pink , jingga, ungu dan putih. Selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga mempunyai manfaat sebagai obat herbal. Pada bagian bunga, akar dan kulit batang mengandung zat saponin dan polifenol yang berkhasiat sebagai obat pencegahan berbagai penyakit seperti bisul, hepatitis, keputihan , haid yang tidak teratur dan lain sebagainya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa bougenville banyak ditanam oleh orang-orang dikarenakan :
1. Keindahan warna-warni seludang bunga yang cerah
2. Mudah dibudidayakan, mudah dalam perawatan.
3. Mempunyai manfaat herbal.

Perawatan

Bogenville merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh di area yang luas, seperti taman dan kebun dan juga dapat tumbuh baik di media yang sempit seperti pot. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di tempat yang lembab dan mendapat paparan sinar matahari secara cukup. Perawatan tanaman ini sangat mudah dan simpel, sehingga orang yang mempunyai sedikit waktu karena bekerja seharian masih bisa untuk melakukan perawatan yang optimal sehingga menghasilkan tanaman bunga bougenville yang tidak mengecewakan keindahannya. Tak heran jika banyak peminat untuk membudidayakannya menjadi salah satu hiasan di taman dan pekarangan rumah.

Pembibitan

Bibit yang baik berasal dari indukan yang baik pula. Untuk mendapatkan bibit generatif yang baik, dapat dilakukan langkah-langkah :
1. Potong bunga dari tanaman dewasa. Jemur di tempat yang terik atau panas.
2. Setelah kering sempurna, pisahkan biji dari bunga, biji inilah yang dapat dijadikan benih.
3. Semai biji dengan menanamnya pada media tanam, yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan pasir. Semai selama kurang lebih seminggu (7 hari) sampai tunas tumbuh dan mempunyai beberapa helai daun.
4. Jika sudah mepunyai 4 helai daun, benih yang sudah bertunas (selanjutnya disebut bibit) dapat dipindahkan ke tempat lain untuk memeliharanya.
Selain bibit generatif, Bibit bunga kertas ini juga dapat diperoleh dengan cara vegetatif, yaitu stek batang. Pilih tanaman yang sudah cukup tua, batang yang cukup usia. Tandanya warna kulitnya cenderung lebih gelap. Potong batang secara menyerong, angin-anginkan sampai kering getahnya. Batang yang sudah kering dapat ditanam dengan menancapkan di media tanam yang sudah dipersiapkan.

Media Tanam

Media yang terbaik untuk menanam bougenville adalah media berpasir. Karena kandungan pasir akan membuat media menjadi porous, gembur. Media tanam yang porous mempunyai pori-pori yang cukup sehingga kelembaban media mudah dipertahankan pada level ideal dan akar tanaman dapat bernapas dengan leluasa.
Komposisi media tanam bisa terdiri dari beberapa bahan, antara lain tanah, kompos, pupuk kandang, sekam bakar, pasir. Yang perlu diperhatikan adalah pasir dengan jumlah sepertiga dari jumlah media tanam. Untuk komponen yang lain bisa digunakan semua ataupun sebagian.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *