Mengenal Anthurium Dwarf Pink

Diposting pada

Anthurium termasuk tanaman hias yang tidak mengenal masa hibernasi atau dormansi, yang disebut dengan tanaman evergreen. Tanaman yang masih berkerabat dengan Alokasia, Keladi Hias, Aglaonema ini termasuk dalam jajaran keluarga Araceae.

Anthurium terdiri dari 2 jenis, yaitu anthurium daun yang unsur keindahan utama terdapat pada bentuk daun yang mempersona dan anthurium bunga, bunga berwarna-warni yang berasal dari tanaman hibrida maupun origin menjadi “senjata” utama kecantikannya. Ada lebih dari 1000 jenis anthurium, namun hanya 7 diantaranya yang termasuk dalam kelompok anthurium bunga.

Mengenal Anthurium Dwarf PinkAnthurium Dwarf Pink

Bunga ini termasuk dalam kelompok anthurium crystallinum dab merupakan salah satu jenis yang menggunakan bunga sebagai pemikat bagi para pecinta tanaman hias. Di indonesia, sempat booming beberapa tahun yang lalu. Orang-orang banyak yang menyebutnya sebagai kuping gajah karena memang bentuk daunnya yang lebar. Daun yang berbentuk hati mempunyai tekstur yang lembut, berwarna hijau dengan garis tepi daun berwarna silver yang terang.

Perawatan Anthurium

Warna anthurium memancarkan keindahan, jangan diletakkan di tempat yang terkena banyak sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama. Karena hal tersebut akan membuat perubahan warna anthurium menjadi pucat. Taruh di tempat yang intensitas cahaya mataharinya sekitar 75% dengan lama waktu 2-3 jam per hari. Jika tidak mendapat sinar matahari sama sekali, karena akan mengakibatkan tanaman ini tidak produktif.
Meskipun Anthurium Dwarf Pink sebenarnya dapat di tanam pada ketinggian 0 – 2000 mdpl (dataran rendah dan tinggi), namun yang paling ideal dan cocok adalah ketinggian 500 – 1000 mdpl. Di tempat seperti ini, warna hijau daun dan warna perak di pinggirnya akan memancarkan keindahan secara optimal. Jadi, meski keindahan utama ada di bunga, namun saat tidak berbungapun keindahan Athurium Dwarf Pink tetap mempesona. Benar-benar tanaman hias yang sempurna.
Meskipun tanaman ini tidak mengenal masa dormansi, di mana semua bagian tanaman yang di atas tanah akan layu dan mengering, meninggalkan umbi yang bertapa di kedalaman tanah, namun daun-daunnya tetap mengikuti siklus alam, yaitu mengering. Daun yang mengering baik secara alami ataupun karena terserang penyakit sebaiknya dipotong agar Anthurium dapat tampil rapi, tidak mengurangi keindahannya.

Media Tanam

Tanaman ini menyukai media tanam yang tidak menyimpan air terlalu banyak. Media yang gembur dan porous sehingga aerasi dapat berjalan dengan lancar. Kita dapat membuat media tanam dengan campuran sekam bakar dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1. Alternatif media tanam yang lain bisa menggunakan campuran antara humus (kompos), pakis , sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan seimbang (1:1:1:1).
Tidak dianjurkan untuk menggunakan tanah sebagai bagian dari media tanam. Kenapa? Karena tanah mempunyai sifat mengikat akar. Hal ini akan mengakibatkan pertumbuhan yang tidak optimal. Baik pertumbuhan akar, batang, daun maupun bunga, akan terhambat karenanya.
Letakkan pot yang digunakan untuk menanam Anthurium Dwarf Pink di atas permukaan yang keras misalnya ubin, batu ataupun cor2an semen. Hal ini bertujuan untuk mencegah cacing masuk kedalam media tanam. Kehadiran cacing akan membuat media menjadi padat, sehingga akar tanaman jadi susah bernapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *