Kategori Dalam Kontes Adenium

Diposting pada
Adenium terdiri dari banyak jenis dan karakteristik yang berbeda. Ada adenium yang mengandalkan bunga utnuk membentuk kecantikannya, dalam hal ini adenium obesium. Namun ada juga yang membanggakan bentuk akar, batang, cabang dan ranting . Pun begitu, dalam sebuah kontes, konsisi tanaman juga tidak seragam. Ada yang sudah berbunga namun ada juga yang tanpa bunga maupun daun. Untuk mengatasi hal tersebut, dalam kontes adenium, panitia akan mengelompokkan para peserta berdasarkan tahapan-tahapan komponen suatu pohon. Komponen pohon adenium terdiri dari 6 bagian.
1. Umbi atau Akar (Kaki)
2. Batang
3. Cabang
4. Ranting
5. Daun
6. Bunga

bagian bunga adenium

Meskipun tidak semua adenium memiliki keenam komponen tersebut, namun hal ini tidak menjadi masalah dalam penyelenggaraan penilaian karena sudah dibagi kelas-kelas sesuai kondisi tanaman. Tanaman yang tidak mempunyai bunga, akan diadu penilaiannya dengan tanaman yang sama-sama tidak punya bunga (bunganya belum tumbuh).

Saat ini, ada 4 kelas dalam kontes adenium berdasarkan kelengkapan komponen pohon. Yaitu :

1. Tahap 18
Yaitu kelas diperuntukkan untuk adenium yang telah memiliki 6 komponen lengkap. Pohon adenium tersebut sudah memiliki akar , batang, cabang termasuk anak cabang dan cucu cabang, ranting termasuk anak ranting dan cucu ranting, daun dan sedang berbunga. Masing-masing komponen akan diberi bobot nilai 3. Bobot nilai dikali jumlah komponen adalah kelas tahapan tanaman adenium peserta kontes ditempatkan (3×6=18)

2. Tahap 15
Di kelas ini, pesertanya adalah tanaman atau pohon adenium yang tidak dalam kondisi berbunga, sehingga hanya memiliki 5 buah komponen. 5 (komponen) x 3 (bobot nilai) =15 (tahapan)

3. Tahap 12
Pohon adenium yang hanya
memiliki 4 komponen (tidak punya ranting dan bunga) dimasukkan ke kelas penilaian tahap ini. 4 (komponen) x 3 (bobot nilai) =12 (tahapan)

4. Tahap 9
Kelas ini untuk mengakomodir pohon-pohon adenium yang hanya memiliki Akar, batang dan cabang. Pohon yang tidak memiliki ranting, daun dan bunga pun bisa unjuk keindahan dalam sebuah kontes. Tanaman dengan 3 komponen. 3 (komponen) x 3 (bobot nilai) =9 (tahapan)

Dengan adanya pembagian kelas berdasarkan tahapan tersebut, akan mencegah adanya kelas yg bias atau abu-abu, alias batasan yang tidak jelas. Bagaimana dengan tanaman unik dan bunga kompak? Mereka tidak masuk dalam kelas tahapan, karena langsung dikelompokkan ke kategori atau kelas unik. Dewan juri tidak akan melakukan penilaian awal untuk menghitung tahapan tanaman tersebut. Adenium yang dibentuk dan dirawat sesuai aliran masing-masing, karena kreatifitas dan kesenangan masing-masing petani / pemilik adenium juga beranekaragam. Inilah yang melatar belakangi di bukanya kelas yang beragam pula. Tujuannya untuk mengakomodir “semua” aliran adenium. Karena kreatifitas mereka pantas mendapatkan apresiasinya, salah satunya dengan diadakannya kontes-kontes baik berskala lokal, nasional maupun internasional. Semua ini dilakukan oleh komunitas pecinta adenium untuk menjaga semangat para anggota. Para pecinta adenium agar tetap mempunyai tempat untuk mengaktualisasi diri.

Setiap perlombaan, apapun itu, selalu ada kekhawatiran adanya unsur keperpihakan juri. Baik karena kedekatan emosional, hubungan kelurga ataupun komunitas , sampai dengan praktek curang berupa kolusi dan nepotisme. Untuk menghindari hal tersebut, maka subyektifitas atau ketidaknetralan juri harus dijaga, biasanya dewan juri terdiri atas 5 orang (ideal) atau minimal 3 orang juri utama. Panitia juga akan mengundang 1 juri tambahan yang bertugas untuk menengahi jika ada perselisihan atau perbedaan persepsi dalam hal penilaian objek kontes. Dan masih ada juga saksi ahli yg berfungsi sebagai pengawas, memastikan penjurian berlangsung dengan fair dan tidak ada kecurangan.

Dengan demikian, diharapkan hasil keputusan para juri akan dapat diterima, dimengerti dan dipahami oleh semua peserta. Kriteria-kriteria penilaian dishare secara transparan. Jadi juara yang dihasilkan dari suatu kontes adenium dapat dipertanggungjawabkan.

Apakah anda pernah mengikuti kontes adenium? Apapun hasilnya, dapat menjadi bahan pelajaran berharga bagi kita, dalam hal pengembangan ilmu dan kreatifitas dalam berkreasi melalui pohon bunga adenium. Kegagalan jangan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Kesempatan selalu terbuka di depan nanti. Keberhasilan jangan membuatmu merasa angkuh, karena peserta lain akan terus berkembang, menjadi “penantang” di kontes selanjutnya dengan bekal yang jauh lebih baik.

 

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *