Internet Solusi bagi Pehobi Berkebun

Diposting pada

Di era internet, serba online seperti sekarang ini, sangat memudahkan bagi orang – orang yang mempunyai hobi berkebun, terutama yang berada di kota-kota besar. Berbagai referensi cara bercocok tanam banyak dibagikan dalam bentuk artikel atau posting-posting yang sangat mudah diakses secara gratis.

Banyak metode bertanam yang mengakomodir keterbatasan utama kaum urban, yakni lahan yang sempit. Hidroponik banyak digandrungi, karena faktor kepraktisan. Tidak diperlukan tanah yang luas karena media tanam padat sebagai sumber nutrisi tidak diperlukan lagi, digantikan dengan nutrisi cair yang sering disebut AB Mix.

Ada juga Akuaponik, sistem yang menggabungkan antara Akuakultur dengan Hidroponik. Penggabungan antara perikanan dan perkebunan, sehingga dalam satu sistem bisa menghasilakn 2 komoditas berbeda, sayur dan ikan. Isu penghematan air menjadi salah satu faktor kuat di sini. Air kolam yang biasanya diam, atau kalaupun disirkulasikan hanya untuk menyaring kotoran-kotoran dalam filter. Namun dengan metode ini, air yang mengandung kotoran ikan ini disirkulasikan untuk dimanfaatkan kotoran ikan tersebut menjadi sumber nutrisi utama tanaman sayur.

Mengenai kedua metode di atas, Hidroponik dan akuaponik mungkin akan dijabarkan di artikel berikutnya, karena membutuhkan “ruang” yang luas untuk membahasnya.
Hambatan bagi kaum urban bercocok tanam atau berkebun berikutnya adalah mengenai penyediaan bibit. Untuk mendapatkan benih atau bibit, mereka harus pergi ke toko pertanian yang jumlahnya tidak banyak di kota, karena demand terbesar ada di desa atau daerah pinggiran. Dan kalaupun ada, mereka terpaksa membeli benih dalam jumlah yang berlebihan.

Saya dulu membeli benih cabe, bawam, terong di toko pertanian selalu satu bungkus atau kemasan. Isinya bisa ratusan biji. Padahal kebutuhan tidak lebih dari 20 biji, mengingat ruang tanam yang sempit. Apakah sisa biji tidak bisa ditanam untuk periode selanjutnya? Benih tanaman yang dijual, itu ada masa kadaluarsanya, apalagi setelah terkena udara luar (karena kemasan dibuka), akan lebih cepat expired. Akhirnya banyak benih-benih yang sebenarnya berkualitas, tidak dipergunakan karena sudah kadaluarsa.

Namun, saat ini, dengan adanya internet, muncullah marketplace-marketplace, toko-toko online yang menjual kebutuhan berkebun dengan sistem eceran. Biasanya mereka menyediakan benih-benih bermutu dari toko pertanian yang direpackage. Dibagi-bagi dalam kemasan kecil yang berisi sesuai dengan kebutuhan para pehobi berkebun.

Ada 2 marketplace yang saya sering gunakan untuk belanja benih atau bibit tanaman, yakni Tokopedia dan Bukalapak. Banyak penjual yang berkumpul di kedua marketplace terebut, yang menyediakan kebutuhan yang saya perlukan. Benih sayuran seperti biji sawi, bayam, cabe, terong, kangkung, kemangi dan masih banyak lagi. Juga benih tanaman hias atau bunga. Biji adenium saya dapatkan di situ juga.

Tokopedia dan Bukalapak merupakan solusi bagi saya, tidak ada benih yang terbuang percuma. Karena saya dapat membeli sesuai kebutuhan saja. Jadi, kita sebagai pehobi berkebun dan bertanam, mendapat 1 kemudahan lagi , mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, mari hijaukan bumi dari pekarangan kita yang tidak seberapa ini. Salam berkebun!

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *