Hama dan Penyakit Tanaman Bunga Aglaonema

Diposting pada

Setiap tanaman mempunyai musuh yang siap menyerang, yaitu hama dan penyakit. Kehadiran mereka di aglaonema akan merusak keindahan tanaman. Apa saja hama yang menyerang tanaman yang habitat aslinya hutan hujan tropis ini? Berikut di antaranya :

Ulat
Hewan ini memakan bagian-bagian dari tanaman yang menyebabkan struktur tanaman rusak. Jika kerusakan sampai fatal, bisa berakibat kematian tanaman. Ada 2 jenis ulat yang menyerang aglaonema yaitu ulat yang memakan bagian daun : Spodoptera Sp, sedangkan ulat yang memakan bagian batang dinamakan Noctuidae.

Hama dan Penyakit AglaonemaKutu Putih
Disebut juga kutu kebul karena mereka suka bergerombol dalam jumlah banyak, berwarna putih menyerupai kebul atau asap. Hama ini meyerang bagian daun dan batang aglaonema dengan cara menyerap cairan dan meninggalkan jelaga. Bagian yang telah dihisap dan kekurangan cairan biasanya akan menggulung sebelum akhirnya kering.

Belalang
Hama belalang layak disebut sebagai hama pengerat. Ia akan memakan daun tanpa henti, sampai daun tersebut habis tuntas tak bersisa. Belalang seperti halnya ulat, sangat rakus, jika mereka menyerang secara bergerombol, sangat membahayakan tanaman.

Kutu Sisik
Hama kutu sisik secara fisik mirip dengan lintah dengan ukuran kecil. Hewan ini sangat senang menghisap cairan tanaman. Ia bisa melakukannya dari banyak bagian tanaman, bisa dari batang, daun, pepelah daun dan bahkan bunga. Jika terserang hama ini, tanaman akan mengkerut, menguning dan kemudian mengering. Mati.

Kutu Perisai
Disebut demikian karena bentuk punggungnya yang menyerupai perisai. Biasanya mereka bergerombol membentuk barisan di tulang daun, berjajar rapi, siap menyerang menunggu komanda, layaknya prajurit-prajuri t berperisai. Bagian yang diserang adalah daun.

Root Mealy Bugs
Seperti namanya, bagian tanaman yang menjadi favorit hama ini adalah akar. Nutrisi yang akan didistribusikan ke semua bagian tanaman dirampas. Tanaman tidak mendapat nutrisi yang cukup akibatnya, lama-kelamaan pertumbuhan terganggu, kerdil dan layu. Bentuk fisik Root Mealy Bugs ini mirip sekali dengan kutu kebul / putih.

Penyakit Layu Bakteri
Tanda-tanda atau indikasi terkena penyakit ini adalah daun dan batang menjadi lunak, dan menimbulkan bau yang tidak sedap seperti bau busuk di bagian tersebut.

Penyakit Layu Fusarium
Media tanam aglaonema yang selalu basah dan mempunyai kadar keasaman (Ph) rendah akan menyebabkan Fusarium Oxyporium (si hewan pembawa penyakit layu fusarium) cepat sekali berkembang. Indikasi tanaman terserang penyakit ini adalah tangkai daun membusuk, warna tualng daun berubah warna menjadi coklat keabu-abuan.

Penyakit busuk akar
Karena akar selalu tertimbun media tanam, maka kita harus senantiasa menjaga kesterilan dan kesehatan dari media tanam. Media tanam yang terlalu lembab, mejadikannya tidak sehat dan menjadi tempat berkembangnya berbagai hama penyakit berupa cendawan atau jamur. Jamur inilah yang menyebabkan akar membusuk. Jika sudah terserang penyakit ini, daun aglaonema akan memucat, batang berlubang dan kemudian membusuk.

Penyakit bercak daun
Daun merupakan unsur keindahan utama pada tanaman bunga aglaonema. Jika daun ini terserang penyakit bercak daun, itu tandanya cendawan sudah menginfeksi. Bercak tersebut lama-kelamaan akan membusuk. Merusak warna dan pola daun.

Penyakit Virus
Ditandai dengan daun yang berubah warna menjadi kekuningan dan menggulung menjadi keriting. Penyebabnya adalah virus, sangat sulit untuk dikendalikan. Untuk itu diperlukan pencegahan-pencegahan dengan perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik agar virus ini tidak berkembang dan menyerang tanaman kesayangan kita.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Mari kita rawat aglaonema dengan cermat, perhatikan media tanam dan kondisi lingkungan.  Agar aglaonema tetap tumbuh dengan baik, terjaga keindahannya. Jika ada tanaman yang terserang salah satu dari hama penyakit di atas, sebaiknya diungsikan dulu tanaman tersebut agar tidak menular ke tanaman yang lain. Setelah diobati dan sembuh, baru dikembalikan lagi.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *