Cara Perawatan Keladi Red Star (Caladium Bicolour)

Diposting pada

Siapa yang tidak mengenal keladi Red Star? Saya rasa semua pecinta bunga di indonesia mengenal jenis tanaman hias ini. Sangat familiar sekali. Sesuai dengan nama yang disandangnya, keindahan dari tanaman ini adalah daun dengan tulang yang membentuk bintang (star) berwarna merah cerah dan tangkainya yang berwarna pink belang-belang hitam. Tanaman yang masuk ke dalam talas-talasan ini berasal dari brazil, kemudian menyebar dan berkembang di banyak negara termasuk indonesia.

Daun keladi red star memiliki semacam lapisan lilin sehingga licin yang dapat dilihat pada saat terkena air, airnya seolah-olah tidak menempel, tergelincir di daun menjadi butir-butir air yang berlarian ke sana kemari. Bentuknya menyerupai hati (love) seperti halnya keladi yang lainnya. Ukuran daun lebarnya kira-kira 30 cm, panjangnya 30 cm.

Membiakkan Keladi Red StarPerawatan Keladi Red Star

Kelebihan dari tanaman ini adalah cepat beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah sebagai media tanam. Penamanan bisa dilakukan di pot, di tanah pekarangan ataupun taman. Tempat ideal untuk Keladi Red Star adalah tempat dengan sinar matahari langsung yang penuh (full sun). Dengan sinar matahari yang penuh, keindahan warna daunnya akan keluar dengan sempurna.
Tanaman ini mempunyai siklus hidup dan tumbuh yang memerlukan adanya masa hibernasi. Setelah kira-kira 7 bulan setelah tumbuh, daun dan batang tanaman ini akan mengering. Bagian tanaman yang berada di permukaan tanah kering seolah-olah mati. Jangan khawatir, karena sebenarnya tanaman ini sedang menjalani hibernasi. Umbi yang terdapat di dalam tanah tetap hidup dan menunggu saat yang tepat untuk tumbuh, dan berkembang kembali meramaikan taman anda.

Pembibitan

Proses membiakkan Keladi ini adalah dengan memotong umbi indukan menjadi beberapa bagian, kemudian potongan tersebut diletakkan di tempat yang lembab dan basah hingga akhirnya nanti akan tumbuh tunas. Pemindahan tanaman baru tersebut bisa dilakukan setelah ukuran tinggi tunas lebih dari 5 cm. Sebelum ukuran tersebut, akan menyebabkan tanaman stress karena belum mampu mandiri dalam beradaptasi di lingkungan atau media tanam yang baru.

Media tanam

Untuk mendapatkan Keladi Red Star yang tumbuh dengan baik, diperlukan media tanam sebagai tempat hidup dan tumbuhnya tanaman yang sesuai. Buat media tanam dari campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1.
Masukkan media tanam ke dalam pot, bisa menggunakan pot tanah liat, keramik, plastik maupun yang terbuat dari semen. Syarat utamanya , pot memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah pot. Bagian paling dasar pot diisi terlebih dahulu dengan kerikil atau pecahan genting sebagai pengikat air yang mempermudah drainase agar pot tidak tergenang air.

Penyiraman

Keladi Red Star tidak terlalu suka air. Oleh karena itu, penyiraman cukup dilakukan satu kali dalam satu hari. Lakukan penyiraman pada media tanam, tidak pada daun. Untuk tanaman yang peruntukannya dipajang di dalam ruangan sebaiknya pada saat proses penyiraman di bawa keluar dulu agar tidak mengotori ruangan.

Pemupukan

Bisa menggunakan pupuk organik maupun obat kimia. Pemupukan dilakukan pada saat masa tumbuh, dengan periode penyiraman sebulan sekali. Bisa menggunakan pupuk daun maupun pupuk akar.

Masa Dorman

Disebut juga masa hibernasi, di mana tanaman Keladi Red Star akan kehilangan daun dan batang yang ada di permukaan tanah, mengering dan keliatan mati. Namun sebenarnya umbi yang tertanam di dalam tanah tetap hidup dan akan tumbuh menjadi tanaman indah yang baru lagi.

Seperti halnya tanaman hias dalam pot yang lainnya, repotting harus dilakukan dengan pertimbangan kapasitas pot dan “basi” nya media tanam sehingga diperlukan penggantian media tanamnya. Demikian pengenalan mengenai Keladi Red Star, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *