Cara Merawat Asoka agar Cepat Berbunga Lebat Sepanjang Tahun

Diposting pada

Menyambung artikel sebelumnya yang berjudul “Mengenal dan Merawat Bunga Asoka”, di kesempatan ini akan dijabarkan mengenai langkah-langkah dalam menanam Asoka agar didapat bunga yang sesuai harapan.

Pembibitan Asoka – 
Bibit asoka dapat diperoleh dengan cara vegetatif. Pilihlah batang yang sudah tua untuk dijadikan bibit. Potong batang tersebut dengan ukuran 15 cm, kemudian taruh di tempat yang teduh dan lembab. Tujuannya agar mempercepat pertumbuhan akar dan mempermudah pada saat nanti di tanam. Jangan diletakkan di genangan air karena batang akan membusuk. Jangan dikenakan sinar matahari secara langsung, karena akan membuat batang menjadi kering dan mati.

Media Tanam

Media yang disukai Asoka adalah tanah lem[ung berpasir yang banyak mengandung humus berupa bahan organik. Kita bisa membuat media yang menyerupai dengan cara membuat campuran antara tanah, pasir dan pupuk kandang yang sudah matang sempurna dengan perbandingan komposisi 1:1:1.

Penanaman Asoka

Setelah pembibitan melalui proses didiamkan di tempat yang teduh dan lembab, maka batang tersebut bisa segera ditanam. Siapkan pot yang akan digunakan dengan meletakkan potongan genteng atau batu bata di bagian dasar pot. Ini dimaksudkan agar terdapat rongga sebagai saluran aerasi. Masukkan campuran media tanam di atasnya sampai menyisakan kira-kira 10% bagian dari tinggi pot, agar media tanam tidak tumpah-tumpah.

Tanam bibit bunga Asoka dengan cara menancapkannya pada media tanam di pot dengan posisi tegak, kemudian timbun dengan media tanam pada lubang yang terbentuk saat proses menancapkan, sehingga antara batang dan media tanam tidak ada rongga. Proses menanam bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari karena sinar matahari saat itu sedang bersahabat, tidak terik yang menyebabkan tanaman layu. Udara malam juga akan membantu bibit tanaman asoka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pemupukan dan Penyiraman

Perawatan bunga Asoka terbilang gampang. Pada masa pertumbuhan, lakukan penyiraman sehari sekali, pada pagi hari karena pada pagi hari tersebut tanaman membutuhkan bahan untuk diolah mejadi makanan pada saat proses fotosintesis di siang hari.

Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Gunakan pupuk kandang yang benar-benar sudah matang. Tandanya pupuk tersebut kering, tidak lengket saat dipegang dan tidak berbau busuk. Kenapa harus pupuk yang matang sempurna? Karena jika belum matang, pupuk kandang akan terasa panas bagi akar tanaman. Akar bisa-bisa menjadi kisut dan tidak dapat berfungsi optimal sebagai pintu masuk nutrisi dari media tanam. Frekuensi pemupukan cukup dilakukan 1 kali dalam 1 bulan. Tidak merepotkan bukan?

Pembiakan Asoka secara vegetatif sebenarnya bisa dilakukan dengan cara lain, namun tidak seefektif dan sepraktis metode stek batang. Beberapa petani bunga hias sudah mencoba metode cangkok, grafting maupun perundukkan. Yang dimaksud dengan perundukkan adalah, batang asoka ditarik kebawah menempel tanah, kemudian ditimbun dengan media tanam. Diharapkan akan tumbuh akar dari bagian yang ditimbun tadi.

Tips Agar Asoka Selalu Berbunga

Secara default, Asoka termasuk tanaman hias yang sering berbunga. Namun ada juga yang mengeluhkan bahwa Asoka nya sangat lambat dan jarang berbunga. Untuk itu saya coba berbagi tips bagaimana caranya agar Asoka cepat berbunga lebat dan bunganya sepanjang tahun. Berikut yang harus diperhatikan :

1. Letakkan tanaman Asoka di tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.
2. Pilih benih yang berkualitas, yaitu dari tanaman yang bermutu tinggi dan pastikan batangnya sudah benar-benar tua. Asoka hibrida yang berasal dari Bangkok Thailand merupakan indukan terbaik saat ini.
3. Media tanam terbaik adalah campuran tanah, pasir dan pupuk.
4. Untuk penanaman di pot, lakukan penggantian media tanam (repotting) secara rutin setahun sekali.
5. Jika ditanam di tanah secara langsung, pastikan kandungan nutrisinya selalu terpenuhi. Lakukan pemupukan secara rutin sebulan sekali dengan menggunakan pupuk kandang. Yang terbaik adalah yang berasal dari sapi atau kuda. Tapi ingat, pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar matang.
6. Jika sudah memasuki masa dewasa (berbunga), bisa ditambahkan pupuk kimia dengan kandungan P dan K yang tinggi. Unsur P dan K pada pupuk akan merangsang tanaman membentuk tunas-tunas bunga.
7. Jaga media tanam agar selalu lembab, jangan sampai terjadi genangan di media tanam.
8. Lakukan pruning atau pemangkasan pada ranting dan daun bersamaan dengan proses repotting (penggantian media tanam).

Demikian uraian singkat tentang perawatan bunga Asoka, semoga bermanfaat. Salam berkebun… 

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *