Cara Merawat Aglaonema dan Pemilihan Media Tanam yang tepat

Diposting pada

Segala sesuatu yang indah selalu butuh yang namanya perawatan. Tanpa itu, keindahan tidak akan bertahan lama, baik karena siklus alami maupun serangan hama perusak. Demikian halnya juga dengan aglaonema. Berikut cara-cara merawat aglaonema yang dapat kita lakukan agar bunga kesayangan awet kecantikannya. Yang perlu diperhatikan adalah saat ini aglaonema sudah mengalami berbagai perkembangan, persilangan. Jenis-jenis baru hibrida banyak bermunculan. Ini menyebabkan sifat dan karakter yang berkembang atau berubah berbeda dengan sifat alaminya.

Habitat asli bunga ini adalah di hutan hujan tropis dengan kelembaban tinggi dan intensitas sinar matahari yang tidak banyak. Namun saat ini ada aglaonema yang justru butuh banyak sinar matahari, ada yang hanya dapat berkembang dengan baik jika kelembabannya rendah. Sifat yang bertentangan dengan sifat asli tanaman ini kan? Oleh karena itu, kenali agloanema anda, termasuk jenis yang mana, sifatnya seperti apa, agar dapat dilakukan langkah-langkah perawatan yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman.

Pemilihan Media Tanam yang tepatMedia Tanam

Untuk dapat tumbuh dengan baik, media tempat menanam Aglaonema harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Harus steril, terbebas dari penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Sterilisasi yang bisa dilakukan antara lain dengan merebus media tanam ataupun menjemur di bawah sinar matahari secara langsung sebelum media tersebut digunakan.
2. Tidak mudah lapuk dan rusak karena air
3. Mempunyai tingkat keasaman (PH) netral, yakni di angka 7 (+- 1). Di PH normal, media tanam mempunyai unsur hara yang kaya nutrisi.
4. Mempunyai porousitas yang baik. Yakni dapat dengan cepat membuang kelebihan air, karena air yang tergenang akan menyebab pembusukan akar.
Media tanam yang sesuai untuk Aglaonema dapat dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut :
1. Pasir Malang (Pasmal), Pakis, sekam bakar (sebak) dan Humus (perbandingan 1:1:1:1)
2. Pasir Malang, Pakis, Sekam Bakar, Cocopeat (perbandingan 1:2:1:1)
3. Kompos Organik, Sekam Bakar, Pakis (perbandingan 2:3:5)
4. Pasir Malang , Pakis,Kaliandra (perbandingan 2:3:1)

Kelebihan bahan-bahan tersebut antara lain :

Pasir Malang : Sifat porousitasnya baik, dapat mencegah air yang berlebihan/menggenang.
Sekam bakar : karena proses pembuatannya dengan cara dibakar, maka bakteri dan penyakit akan hilang dalam proses tersebut. Sifat “panas” sekam akan hilang setelah melalui proses pembakaran. Daya tahan sekam bakar kira-kira 1 tahun, lumayan baik.
Pakis : dapat menyerap air yang berguna sebagai “cadangan” namun tidak berlebihan. Jika pakis sudah “penuh air” ia akan membuang kelebihannya. Tidak mudah lapuk, daya tahannya cukup baik.
Cocopeat : Berasal dari olahan sabut kelapa. Sifat menyerap airnya hampir sama dengan pakis, namun ketahanannya lebih cepat lapuk. Cocopeat baik digunakan di daerah yang panas dan kering, karena sifat “lembab” yang dibawanya.
Kaliandra
Sama seperti cocopeat, mempunyai sifat “lembab” yang baik bagi akar tanaman. Kekurangannya ada di daya tahan, hanya sekitar 6 bulan dan rawan terjangkit jamur.

Penyiraman

Aglaonema termasuk tanaman yang rakus air. Jangan pernah membiarkan media tanam kering, namun juga jangan sampai tergenang. Sesuai yang berlebihan tidak baik bukan? Akar busuk akan mengancam jika tanaman berada dalam genangan. Pilih media tanam yang cocok serta buat jadwal penyiraman yang memperhitungkan kondisi kelembaban dan tingkat intensitas sinar matahari setempat.

Pemupukan

Saat ini banyak macam dan merk pupuk yang dijual di pasaran. Perhatikan kandungan dalam pupuk, dosis dan cara pemakaiannya. Jadwal pemupukan yang baik adalah dosis diberikan sedikit demi sedikit dalam frekuensi yang sering. Ini jauh lebih baik dari pada memberikan dosis pupuk tinggi sekali pemupukan, dengan frekuensi pemberian yang lama.

Repotting / Penggantian Media tanam

Mengapa hal ini diperlukan dalam perawatan aglaonema? Karena media tanam mempunyai umur. Lama kelamaan, media tanam mengalami penurunan kualitas dan kemampuan dalam menyerap ari dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Alasan lainnya karena faktor pertumbuhan. Akar dan batang yang tumbuh membesar tentu saja membutuhkan tempat yang sesuai. Pot yang terlalu kecil akan menghambat tumbuh kembangnya tanaman. Ini akan mengakibatkan pengerdilan tanaman.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *