Cara Menanam Sansevieria | Tanaman Anti Polusi

Diposting pada

Sansevieria merupakan tanaman yang dapat bertahan hidup dengan baik di lingkungan yang kering dan panas, karena daunnya yang tebal berisi air dan cadangan makanan yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang. Di sisi lainnya, tanaman ini pun dapat tumbuh dengan baik di lingkunga yang lembab dan basah. Namun kondisi ideal yang di sukai oleh tanaman anti polusi ini adalah tanah yang agar berpasir.

Media tanam terbaik untuk tanaman ini adalah campuran antara tanah, sekam bakar, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan masing-masing 1 bagian (1:1:1:1). Komposisi ini akan menghasilkan media tanam yang gembur, porous namun mempu menyerap air yang cukup untuk kebutuhan tanaman.

cara menanam lidah mertuaPenanaman Sansevieria

Keindahan tanaman ini akan lebih kelihatan ketika ditanam secara bergerombol di dalam pot. Pemilihan pot harus mempertimbangkan kesesuaian dengan tanaman, keindahan penampilan dan kecenderungan sifat materialnya.
Pot yang terbuat dari keramik akan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman karena kuat dan kokoh, estetikanya tinggi dan mempunyai pori-pori yang ideal. Pada bagian dasar pot,letakkan sabut kelapa atau pecahan genting untuk mempermudah drainase air dan menahan agar media tidak hanyut terbawa aliran air yang keluar dari dasar pot.

Isi media tanam dengan komposisi campuran di atas sebatas kira-kira 2/3 tinggi pot. Letakkan tanaman, tutup dengan tanah sehingga akar dan batang pangkal sansevieria tertutup. Tekan perlahan media tanam di sekitar batang untuk memadatkan. Namun jangan terlalu padat, secukupnya saja sehingga dapat menahan tanaman agar tidak roboh.

Penyiraman

Siramkan air pada media tanam, pastikan aerasi lancar, ditandai dengan air yang cepat menyusut setelah disiramkan. Itu tandanya pori-pori di media tanam tidak tersumbat. Periode seminggu pertama setelah penanaman, lakukan penyiraman 1 kali 1 hari. Dan selanjutnya tidak perlu terlalu sering, cukup 1 x setiap 3 hari. Sansevieria menyimpan cadangan air di daun tebalnya, jadi tidak usah khawatir ia akan mati kekeringan 

Pemupukan



Sansevieria tidak terlalu bergantung pada pupuk. Sehingga pemupukan cukup dilakukan 3 bulan sekali. Untuk menambah cadangan nutrisi sehingga pertumbuhan lebih optimal. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos.

Pengendalian hama dan penyakit Sansivieria
Pada dasarnya, tanaman ini adalah tanaman yang “bandel”, tahan penyakit dan hama. Namun tidak ada salahnya kita pelajari mengenai ini. Tujuannya agar unsur keindahannya tidak terganggu oleh hama dan penyakit. Hama tanaman ini pada umumnya adalah serangga dan siput. Sedangkan penyakit disebabkan karena jamur dan bakteri.

Jika terdapat bekas gigitan di daun sansivieria, dan ada kotoran-kotoran kecil di sekitar tanaman, maka anda perlu waspada, karena kemungkinan besar tanaman diserang oleh siput. Siput ini biasanya ada di bawah daun. Cara pemberantasannya dilakukan secara manual dengan membuang siput tersebut.
Hama paling ganas yang menyerang adalah hama thrips. Ia akan menghisap cairan daun sehingga mengurangi nutrisi cadangan dan mengganggu pertumbuhan. Cara pemberantasannya dengan cara menyemprotkan cairan pembasmi seperti Kelthane, Tracer, Supracide. Perhatikan dosis dan petunjuk penggunaan yang bisa dibaca di kemasan.

Penyakit pada Sansevieria disebabkan oleh jasad renik dan patogen yang tidak terlihat oleh mata. Jika ada luka pada daun, akan menjadi pintu masuk bagi bakteri Erwinia carotovera. Yakni bakteri penyebab busuk lunak. Daun dan akar yang terkena penyakit ini akan berubah warna menjadi kecoklatan, menjadi lunak, berlendir, berbau dan akhirnya akan berubah menjadi seperti bubur.
Cara mengatasi serangan penyakit ini adalah dengan memotong dan membuang bagian yang sudah terserang dan mengolesi luka pada tanaman akibat pemotongan tersebut dengan clorox Na-hipoklorit.

Demikian uraian singkat tentang perawatan Sansevieria, semoga bermanfaat. Jika ada tambahan silakan disampaikan melalui kolom komentar di bawah  Terimakasih.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *