Cara Menanam dan Merawat Anthurium Dwarf Pink

Diposting pada

Penanaman Anthurium Dwarf Pink – Di habitat aslinya, anthurium hidup tumbuh di celah-celah batu yang berisi humus. Jika kita ingin memelihara tanaman ini, dapat menyesuaikan dengan hal tersebut. Dengan cara apa? Bisa dengan menggunakan pot yang berisi humus atau dengan cekungan yang di keraskan dengan semen. Jangan menanam di tanah secara langsung, karena hal tersebut akan menghambat pertumbuhannya. Pot yang digunakan biasanya yang berbahan baku semen atau tanah liat. Pot plastik mengurangi kualitas tanaman baik dari sisi pertumbuhan maupun estetika.

Penyiraman – Tanaman ini membutuhkan penyiraman 2 kali sehari jika udara panas, pagi dan sore. Namun jika cuaca tidak panas, cukup satu kali dalam sehari. Caranya dengan spray atau semprotan agar tidak over air. Kelebihan air apalagi sampai menggenang akan menyebabkan timbulnya penyakit busuk akar. Tanaman ini menyukai kondisi yang lembab dan tidak suka jika tergenang akarnya.

Cara Menanam dan Merawat Anthurium Dwarf PinkPemupukan – Pemupukan ada 2 macam, pupuk dekastar (18-11-10) yang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 1.5 sendok teh setiap aplikasinya. Cara pemberian pupuk dengan membuat lubang di sekitar tanaman, masukkan pupuk dekastar sesuat takaran dan tutup kembali dengan media tanam. Yang kedua adalah pupuk NPK seimbang, dengan dosis 2 gram per liter air untuk digunakan memupuk 5 tanaman. Caranya dengan cara di siramkan di media tanam setiap 2 minggu sekali.

Penanggulangan hama – 
Hama yang sering menyerang Anthurium Dwarf Pink antara lain dari jenis fungus gnat, aphid, semut, laba-laba merah dan mealy bug. Untuk hama-hama ini diperlukan penyemprotan insectisida untuk membasminya.

Hama nematoda menyerang bagian akar anthurium. Jika tanaman sudah terserang, cara mengatasinya dengan mencabut sementara tanaman dari dalam pot, cuci bersih akar tanaman dengan air yang mengalir. Aliran air diharapkan akan menghanyutkan nematoda yang menyerang. Potong dan buang semua akar yang terlihat membusuk dan rusak agar tidak menular ke akar yang masih sehat.

Rendam akar dan pangkal batang dalam larutan insectisida atau nematisida selama kurang lebih 30 menit. Angkat tanaman dari rendaman, jangan langsung ditanam, namun diangin-anginkan dulu selama 1-7 hari di tempat yang teduh. Selama masa ini, penyiraman dapat dilakukan dengan spray bagian akar. Pastikan ketika menaman kembali, media tanam yang digunakan adalah media baru yang disterilisasi.

Pembiakan Anthurium Dwarf Pink
Pembiakan dapat dilakukan dengan cara vegetatif dan generatif. Bunga anthurium ini terdiri dari seludang dan tongkol bunga. Pada seludang ini tumbuh dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik. Di sinilah cikal bakal bijinya nanti.
Pembiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan pemisahan anakan maupun dengan stek batang. Langkah-langkah pembiakan secara vegetatif adalah sebagai berikut :

1. Pilih batang anthurium dwarf pink yang sudah tumbuh panjang.
2. Potong bagian atas batang tanaman ini dengan batas bagian yang masih ada akar. Potongan ini di tanam di pot yang baru.
3. Untuk bagian bawahnya, bongkar dari dalam pot, buang semua akar, cuci bersih dan kemudian dipotong-potong dengan ukuran kira-kira 3 cm.
4. Langkah berikutnya, potongan 3 cm tadi dilayukan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan.
5. Rendam dengan cairan atonik agar mempercepat pertumbuhan akar. Setelah itu semai pada media tanam yang sama dengan yang digunakan tanaman dewasa.
6. Setelah semaian tadi tumbuh 3 daun, maka dapat dipindahkan ke pot-pot kecil untuk memisahkannya.

Tanaman baru sangat rentan terhadap lingkungan, baik perubahan suhu, kelembaban dan sinar matahari. Oleh karena itu perlu penanganan khusus. Tempatkan pada lokasi yang teduh, lembab dan steril dari hama-hama pengganggu. Untuk mengatasi sinar matahari yang terlalu banyak, gunakan paranet sebagai atap sehingga mengurangi intensitasnya.

Lakukan penyiraman bibit semaian ini sekali dalam sehari, agar media tanam senantiasa lembab. Jika media tanam sudah memadat, gemburkan kembali agar akar tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Tambahkan media tanam baru jika diperlukan.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *