Cara Menanam dan Merawat Anggrek Ekor Tupai

Diposting pada

Jenis anggrek ini disebut juga dengan Anggrek Bajing. Kenapa diberi nama seperti itu? Karena bentuk daunya bertandan menjuntai seperti ekor tupai/bajing. Bentuk bunga yang seperti ekor ini sangat cocok di tanam di batang pohon sebagai media tumbuhnya, bukan di pot. Ketika berbunga, keindahannya akan lebih terlihat. Laksana tupai cantik yang bergelantungan di pohon 🙂

Cara menanam anggrek ekor tupai tidak sulit. Yang terpenting adalah bagaimana menempelkan akar tanaman di batang pohon. Kuat, namun tidak merusak tampilan anggrek secara keseluruhan. Alat dan bahan yang diperlukan : Sabut kelapa, tali rafia atau benang, semprotan air untuk menyiram.

menanam anggrek ekor tupai

Berikut adalah cara untuk menanamnya :

1. Siapkan bibit anggrek yang sudah bisa hidup mandiri

Yaitu bibit yang sudah kuat terhadap cuaca. Bibit yang terlalu kecil umurnya akan lebih berisiko untuk mati. Bibit terbaik adalah yang berasal dari pemisahan anakan dari indukan yang berkualitas. Anakan ini akan membawa sifat unggul dari indukan seperti tahan cuaca, akar yang kuat, bunga yang indah.Umur anakan yang baik untuk dipisahkan adalah 4-8 bulan. Di usia ini (disebut anggrek remaja), anggrek lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan/media tanam yang baru.

2. Tempelkan akar anggrek ke pohon

Tanaman harus diikat di tahap awal pemindahan karena akarnya belum mengikat batang pohon. Gunakan sabut kelapa yang sudah kering, tempel di bagian akar. Ikat sabut kelapa tadi di batang pohon menggunakan tali rafia (benang).Sabut kelapa berfungsi sebagai lapisan agar tali tidak merusak akar, juga berguna untuk menyimpan air siraman dan pupuk agar bisa diserap oleh tanaman. Setelah tanaman anggrek kuat, maka tali dan sabut kelapa dapat dilepas. Hati-hati saat melepasnya, jangan sampai merusak akar.

3. Penyiraman dilakukan 1-3 kali sehari

Semakin panas cuaca, semakin sering disiram. Cara menyiram yang baik adalah dengan semprotan sehingga cairan berbentuk kabut. Siram sampai seluruh badan anggrek (akar, batang, daun) terkena air. Jadi penyiraman bukan hanya di bagian akar, karena sebenarnya bagian lain pun juga bisa menyerap nutrisi yang dikandung air.

cara menanam anggrek ekor tupai

4. Pemupukan dilakukan setiap 5 hari sekali

Gunakan pupuk untuk pertumbuhan dengan komposisi N lebih tinggi, P dan K seimbang. Pupuk yang sering digunakan antara lain : growmore, gandasil, Hyponex dan Vitabloom dengan kandungan N:P:K = 30:15:15. Dosis pemberian pupuk adalah 2ml/L air.

5. Hama dan Penyakit

Tanaman anggrek ekor tupai rentan terhadap serangan jamur dan penyakit. Untuk itu diperlukan penyemprotan pestisida bersamaan dengan pemupukan. Yang biasa digunakan adalah pestisida Antracol, Dithane dengan dosis 2 mm/L air.

Penyakit yang sering menyerang anggrek jenis ini adalah daun melepuh. Ciri-cirinya daun berair di bagian dalam, seperti melepuh terkena air panas. Jika tanaman terlanjur terkena penyakit ini, maka segera isolasi tanaman dan potong bagian yang melepuh. Musnahkan dengan cara dibakar, agar tidak menular ke tanaman yang lain

Dengan perawatan yang telaten, anggrek ekor tupai akan menyajikan keindahan ekornya kelak di kemudian hari. Rawat tanaman anggrek dengan penuh kasih sayang 🙂

 

Sumber gambar : amungserat.wordpress.com

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *