Cara Menanam Bonsai Kelapa

Diposting pada

Cara membuat bonsai kelapa – Apakah ini tidak salah? Pohon kelapa yang tinggi itu? Pohon kelapa yang pohonnya lurus itu apakah bisa bercabang? Bagaimana caranya membuat bonsai pohon kelapa di pot? Jangan bingung dulu, membonsai adalah seni, dan para seniman tidak pernah kehilangan imajinasi. Jadi anda tidak salah membaca judul di atas. Berikut akan saya sampaikan beberapa tahapan yang harus dilalui untuk menanam pohon kelapa menjadi bonsai.

Tahap pertama

Hal yang harus dilakukan adalah sebagaimana membuat bonsai yang lainnya. Yaitu memilih calon bonsai yang baik. Untuk bakalan bonsai kelapa, sebaiknya menggunakan bibit dari bijinya. Eh, buah atau biji sih yang benar? Pilih buah kelapa yang sudah tua sempurna dan masih menggantung di pohon. Jangan menggunakan buah kelapa yang telah jatuh ke tanah, karena bentuknya sudah rusak, tidak indah lagi. Bentuk buah kelapa memegang peranan yang sangat penting dalam proses memperoleh bonsai yang bagus.
Meskipun pada dasarnya semua jenis kelapa bisa dibuat menjadi bonsai, namun yang paling cocok dari segi keindahan adalah kelapa jenis kelapa gading susu, kelapa gading merah dan kelapa albino. Ketiga jenis ini mempunyai sifat bawaan yang baik. Warna batang, bentuk dahan dan daun sangat cocok untuk membentuk karakter bonsai.

Tahap ke dua

Setelah bakalan bonsai di dapat, langkah berikutnya penyemaian. Buah kelapa yang sudah dipilih ditumbuhkan tunasnya dengan cara meletakkan buah ke tanah yang lembab. Siram jika tanah dirasa kering. Kelembaban tanah akan memicu tumbuhnya tunas. Hal yang harus diperhatikan adalah posisi meletakkan bibit buah kelapa. Tergantung bentuk bonsai seperti apa yang diinginkan. Jika kalian menginginkan bentuk bonsai seperti kura-kura / siput, di mana akar dan tunas tumbuh di depan, yang mengesankan batok kelapa sebagai rumah siput/rumah kura-kura, maka letakkan buah kelapa pada posisi horizontal. Namun jika ingin akar yang tumbuh mengelilingi batok kelapa, maka posisinya adalah berdiri atau vertikal. Jangan sampai salah posisi dengan keinginan kalian.

Tahap ke tiga

Langkah ini dilakukan jika sudah mulai tumbuh akar dan tunas. Sabut kelapa harus dikupas sehingga nanti saat jadi bonsai kelihatan batoknya. Hati-hati saat melakukan pekerjaan ini. Jangan sampai merusak akar yang sudah tumbuh. Cara mengupasnya adalah dengan menggunakan pisau yang tajam, buat garis dari pangkal tunas sampai bawah. Goresan dibuat dalam sampai mengenai batok. Cabut perlahan-lahan kulit kelapa dengan mengunakan tang sedikit demi sedikit. Tahap ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi.

Tahap ke empat

Setelah sabut kelapa dibersihkan, sehingga batok kelapa terlihat mulus, maka kita harus menempatkannya pada media tanam yang sesuai. Media tanam untuk bonsai kelapa adalah campuran antara pasir, pupuk kandang dan tanah. Bagian atasnya bisa ditambah kerikil biar menambah kesan kekar.

Tahap ke lima

Yaitu proses perawatan bonsai. Setelah proses tahap 1 – 4, tunas kelapa ini masih bisa menjadi tanaman kelapa yang tinggi. Tentu hal tersebut tidak diharapkan bukan? Untuk menjaga agar tanaman ini tetap kerdil, yang perlu dilakukan adalah melakukan penyayatan pada tunas yang sudah tua (berukuran 15-20 cm tingginya). Penyayatan dilakukan di bagian bawah tunas. Kenapa proses ini tidak boleh dilakukan pada saat tunas masih muda? Karena akan mengakibatkan pembusukan. Proses penyayatan ini dilakukan 1-3 kali sehari sampai tidak ada kecenderungan meninggi pada bonsai kelapa ini.

Jangan lupa lakukan penyiraman sehari sekali. Penyiraman sebaiknya menggunakan air garam. Namun jika disiram dengan air biasa juga tidak mengapa. Silakan menikmati hasil kerja kalian …

Menanam bonsai bukan hanya mengenai keterampilan teknis, namun tak kalah pentingnya adalah kreatifitas seni. Orang dengan teknis menanam yang sama, belum tentu menghasilkan bonsai yang sama kualitasnya pula. Karena darah dan jiwa seni di setiap orang tentunya berbeda-beda. Namun jangan khawatir, keterampilan teknis dan jiwa seni bisa diasah kok. Semakin sering berkreasi, tentunya sisi teknis dan seni akan bertambah mengikuti proses. Salam bertanam!

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *