Cara Melakukan Perawatan Dieffenbachia

Diposting pada

Perawatan tanaman hias ini relatif mudah dan tidak merepotkan. Dieffenbachia akan tumbuh baik jika tidak terkena sinar matahari secara langsung. Letakkan pot yang berisi tanaman ini di tempat yang teduh. Jika udara lingkungan panas, atasi dengan menyemprotkan air pada media tanam dan daun. Namun jangan sampai air di media tanam menggenang karena akan menyebabkan akar busuk.

Pembibitan dan penanaman Dieffanbachia

Cara Melakukan Perawatan DieffenbachiaUntuk pengembangbiakan tanaman ini, metode yang sering digunakan adalah stek batang. Potong batang yang sudah tua ditandai dengan warnanya yang agak gelap, dengan jumlah ruas 4 atau 5 ruas atau kira-kira panjangnya 10 cm, dan terdapat setidaknya 3 mata tunas. Letakkan potongan batang tersebut di tempat yang kering agar getahnya hilang. Tanam dengan cara ditancapkan pada media tanam, jangan terbalik atas dan bawah, sesuaikan dengan posisinya seperti saat di tanaman induk. Bagian yang ditanam adalah bagian yang bawah.
Media tanam yang dapat digunakan adalah campuran antara tanah, arang sekam atau sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai tambahan nutrisi, dapat ditambahkan sekitar 1,5 sendok teh super phospat 20%, 2 sendok teh pupuk untuk setiap 4 kg media tanam.

Penyiraman

Untuk mencegah tanaman kekeringan, lakukan penyiraman pada saat yang diperlukan. Yaitu pada saat media tanam kering, bisa diperiksa secara visual maupun dengan menyentuhnya. Siram hingga membasahi media tanam, jangan sampai menggenang, karena hal tersebut akan menyebabkan akar tanaman membusuk karena kebanyakan air. Frekuensi menyiram tergantung dengan kondisi panas lingkungan sekitar. Jika di tempat yang suhu udaranya tinggi > 30 derajad Celcius, kemungkinan diperlukan penyiraman 2 kali sehari, pagi dan sore.

Pemupukan

Pemberian pupuk diharapkan dapat menjaga keberadaan nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lama-kelamaan, nutrisi yang terkandung dalam media tanam akan menyusut karena diserap oleh tanaman setiap hari, sehingga diperlukan “recharging” nutrisi yaitu dengan cara pemberian pupuk.
Pemupukan tidak perlu dilakukan terlalu sering, karena jika berlebihan justru akan memberikan efek negatif terhadap tanaman Dieffenbachia. Biasanya tanaman ini membutuhkan pupuk 3 bulan sekali. Berikan pupuk yang menunjang keindahannya, yaitu daun. Gunakan pupuk yang mempunyai kandungan unsur N yang tinggi, misal UREA atau NPK. Berikan dosis yang tepat, biasanya di kemasan pupuk terdapat cara pemakaian beserta dosis penggunaannya.

Repotting

Kenapa repotting penting dilakukan? Setiap tanaman hias, biasanya membutuhkan proses repotting, proses pergantian pot disertai penggantian media tanam. Kemampuan media tanam untuk menyimpan nutrisi semakin lama semakin berkurang, karena ada kemungkinan lapuk setelah sekian lama terkena air yang digunakan untuk menyiram tanaman. Pertumbuhan tanaman, terutama akar dan tumbuhnya anakkan akan membuat pot atau tempat tanaman menjadi lebih sempit. Hal ini berakibat pada terhambatnya petumbuhan tanaman. Mengganti pot yang lebih besar, serta pemindahan anakkan jika diperlukan , akan dapat mengatasi permasalahan ini.

Pengendalian hama dan penyakit.
Meskipun Dieffenbachia termasuk tanaman hias yang jarang terserang penyakit, namun bukan berarti kita harus mengabaikannya. Tanah yang tergenang akan menyebabkan cendawan atau jamur berkembang yang ujung-ujungnya akan menyerang akar tanaman sehingga menjadi busuk. Hama yang mungkin jadi ancaman bisa jadi berasal dari siput, ulat dan semut. Meskipun di lapangan, hal ini sangat jarang terjadi.

Bagaimana? Setujukah anda jika perawatan dan pemeliharaan Dieffenbachia teramat gampang? Apalagi jika dibandingkan dengan jenis tanaman hias yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *