Bagaimana Cara Merawat Anggrek Yang Hampir Mati? Ini Pengalamanku…

Diposting pada

Merawat Anggrek Yang Hampir Mati – Hari minggu pagi, saat yang menyenangkan karena ini berarti ada waktu untuk “bersenda-gurau “ dengan anggrek-anggrek kesayangan. Dengan menenteng sempratan air untuk menyiram, saya berkelilikng dari satu anggrek ke anggrek yang lain. Ada beberapa jenis anggrek yang ada di sini, tidak banyak tapi lumayan menjadi pengobat lelahku he..he…

Sambil berkeliling saya selalu memeriksa media tanam dan kondisi masing-masing tanaman. Adakah anakan yang mulai muncul, bulb yang mulai menunjukkan diri sampai dengan kemunginan resiko terserang penyakit. Terkadang, saya menemukan anggrek yang terkena penyakit seperti daun melepuh, busuk akar, busuk batang dan lain sebagainya. Jika ada gejala penyakit, maka harus segera diambil tindakan penyelamatan. Karena jika telat, tidak hanya bisa membuat anggrek tersebut mati, namun yang lebih parah adalah penyakit tersebut menular dan menghinggapi tanaman lainnya.

 Merawat Anggrek Yang Hampir MatiSeperti pada pagi ini. Saya menemukan tanaman anggrek yang hampir mati. Daunnya melepuh seperti terkena air mendidih. 2 dari 3 helai daunnya mengalami hal tersebut. Sempat browsing untuk mencari-cari informasi tentang penyakit ini dan bagaimana cara mengatasinya. Setelah dapat, langsung saya praktekan. Memang tidak bisa sama persis dengan yang tertulis di internet pelaksanaannya, karena harus menyesuaikan dengan kondisi dan peralatan atau bahan yang tersedia.

Berikut yang saya lakukan untuk mencoba untuk mengatasi penyakit yang membuat anggrek saya hampir mati :

1. Ambil anggrek yang sakit, segera jauhkan dari tanaman yang lain.
Penyakit daun melepuh dikarenakan tanaman terserang jamur atau cendawan. Jika tidak dijauhkan dari tanaman lain, akan mengakibatkan penularan penyakit.

2. Potong daun yang sakit. Tujuannya untuk mencegah penjalaran ke daun yang lain serta batang. Jika terinfeksi batangnya, bisa jadi tidak bisa diselamatkan lagi.

3. Untuk memotong daun, gunakan pisau yang tajam dan steril. Saya menggunakan mata pisau cutter dengan dipanasi terlebih dahulu dengan api lilin untuk mensterilkannya.

4. Luka dari pemotongan tersebut disemprot dengan fungisida. Saya menggunakan Benlate WP yang saya beli di toko pertanian dekat rumah. Bisa juga menggunakan merk lain, pertimbangan saya hanya karena benlate WP mudah didapatkan. Itu saja. Mungkin ada yang lebih baik dari ini.

5. Anggrek ini sekarang tinggal 1 daun tertinggal. Namun tidak apa-apa, yang penting dapat diselamatkan. Toh daunnya nanti bakalan tumbuh lagi.

6. Tanaman yang sudah diobati jangan dicampur dengan tanaman yang lainnya dulu. Untuk sementara waktu, tanaman ini saya taruh diemper belakang rumah. Tidak terkena hujan, namun tetap mendapatkan sinar matahari. Kebetulan emperan belakang rumah diatapi dengan fiber transparan.

7. Potongan daun yang berpenyakit tadi saya kumpulkan dan dibakar. Agar jamur tersebut mati, tidak berpindah tempat menginfeksi tanaman yang lain.

Mudah-mudahan anggrekku selamat. Anggrek yang hampir mati, jika dirawat dengan baik dengan perlakuan yang tepat dapat hidup dan sehat kembali. Saya masih mengharapkan bunga-bunga yang cantik akan dipersembahkan olehnya. Kasih sayang kita terhadap tanaman anggrek suatu saat akan dibalas dengan kepuasan yang tak terhingga….

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *