Bagaimana Cara Membuat Bonsai Buah Naga? Begini…..

Diposting pada

Ada teman yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya membuat bonsai dari buah naga? Agak tertegun sebentar, karena terus terang agak bingung. Bonsai buah naga? Sampai akhirnya teman saya menunjukkan foto seperti di bawah ini. Ooooo….. ini…..

Terus terang saya sendiri tidak sependapat bahwa gambar tersebut di sebut bonsai. Kenapa? Karena bagi saya, bonsai tidak hanya kerdil, tapi juga unsur artistik dengan “meliuk-liukkan” komposisi tanaman, dan yang batang serta dahannya keras. Bagi saya, gambar itu adalah tabulampot. Tanaman buah dalam pot. Tapi saya pun terserah orang lain menyebut bonsai pun tak mengapa, sebagaimana teman saya tadi menyebutnya. No problemo, tetap menanam juga di lahan yang sempit. Menikmati hobi di dalam ruang yang terbatas.

membuat bonsai buah naga
Ok, begini cara menanam tabulampot eh, bonsai buah naga 🙂

Langkah 1. Siapkan Bibit Tanaman Buah Naga

Buah naga dikembangbiakkan dengan cara vegetatif, yaitu stek. Meski bisa juga dengan teknik generatif (biji) namun selain butuh waktu yang lama, sifat dari tanaman baru tidak dapat diprediksi. Bisa sangat jauh berbeda dengan indukkannya.

Cara stek merupakan cara terbaik. Pilih batang yang sudah tua, potong kira-kira 30 an cm. Letakkan di tempat kering (tidak terkena sinar matahari langsung sampai getahnya mengering, minimal 24 jam. Batang yang baru saja dipotong, getahnya akan keluar dari lukanya. Jika langsung di tanam, berpotensi membusuk.

Langkah 2. Gunakan Pot Yang Tepat

Ukuran pot untuk menanam “bonsai” buah naga minimal diameter 40 cm. Lebih lebar lebih bagus, tentu saja menyesuaikan ruang yang tersedia. Perlu diketahui bahwa tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastis antara siang dan malam. Ini bermanfaat dalam proses “metabolisme” nya. Oleh sebab itu, meski banyak bahan pembuat pot, antara lain logam/seng, fiber, plastik , kayu namun pastikan kamu memilih yang terbuat dari tanah liat. Kenapa? Karena penyesuaian suhu bahan ini sangat baik. Panas di kala siang dan dingin di saat malam. Cocok untuk jenis tanaman ini.

Langkah 3. Siapkan Tiang Penopang

Menanam Bonsai Buah Naga Dalam PotMeskipun buah naga dalam pot tidak setinggi tanaman di tanah secara langsung, namun tetap diperlukan adanya penopang karena struktur batang buah naga “tidak bertulang”. Tunas-tunas cabang baru yang muncul juga membutuhkan pegangan karena rentan patah karena beban cabang itu sendiri. Tiang diletakkan di tengah-tengah pot, isi dengan media tanam. Media tidak usah dipadatkan terlebih dahulu, nanti saja setelah tahap berikutnya.

Langkah 4. Tanam Bibit Buah Naga

Bibit yang sudah dipersiapkan di langkah 1 ditanam di sekitar tiang penopang. Dalam 1 buah pot sebaiknya ditanami maksimal 3 batang bibit. Tidak perlu terlalu dalam dalam menanam karena bisa menghambat pertumbuhan tanaman, kira-kira kedalaman 10 cm saja. Jangan khawatir roboh, karena ada tiang penopang. Padatkan tanah di dalam pot pelan-pelan. Siram dengan air secara perlahan sampai seluruh media tanam basah. Letakkan pot berisi tanaman di ruang terbuka yang terkena sinar matahari secara penuh (full sun). Namun dalam tahap awal ini, jangan sampai tanaman terkena hujan, bisa gagal total karena air berlebihan akan berakibat batang busuk.

Langkah 5. Pemeliharaan dan Perawatan “Bonsai” Buah Naga

Sama dengan tanaman normal lainnya, diperlukan penyiraman dan pemupukan secara rutin. Mengenai detailnya akan dibahas di artikel yang berbeda. Apalagi “bonsai” membutuhkan perawatan ekstra agar faktor keindahannya terbentuk dan terjaga dengan sempurna.

Sampai jumpa di artikel berikutnya, salam bertanam!

 

 

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *