Adenium, hobi yang ntah datang sejak kapan

Diposting pada

Hobi yang entah kapan mulai muncul. Tidak ingat secara pasti. Dulu sama sekali tidak terpikir untuk menekuni, meski hanya sebatas hobi, berkebun, menanam dan merawat bunga ini. Jangankan berkebun, menyentuh tanah becek saja sungkan, melihat cacing tanah geli, apalagi berkaitan dengan pupuk kandang, bau! 🙂 

Namun sepertinya, seiring waktu berlalu, kesenangan terpendam itu keluar. Menanam, menyiram, menyiangi sampai dengan menikmati indahnya warna bunga cantik yang warna-warni. Kamboja jepang a.k.a adenium. Perlahan-lahan mulai mempelajari bunga ini. Yang ternyata sangat beraneka ragam jenis dan macamnya.
Suatu hari browsing-browsing tentang buku yang mengulas tentang adenium. Akhirnya “nyasar” ke webnya trubus online. Ada buku keluaran lama (Juni 2007 baru dibeli 2016 :)) berjudul Teknik Adenium Spektakuler. Disusun oleh tim redaksi trubus dan Adeng ini berisi tentang cara-cara merawat dan membentuk adenium sehingga bisa memenuhi klasifikasi kontes. Buku yang disusun dengan terjun langsung menimba ilmu dari master adenium dari penjuru nusantara sehingga didapat trik dan tips yang beraneka macam yang dilakukan oleh master-master tersebut.

Buku yang sebenarnya melompat jauh dikarenakan diriku yang masih newbie se newbie-newbinya di arena per adeniuman, tapi sudah membaca materi di buku tersebut. Namun tak mengapa, buku tebal dengan halaman berwarna tersebut memperlihatkan tentang indahnya adenium yang telah diolah sedemikian rupa sehingga layak masuk kontes.Membaca buku ini , seakan mengenang kejayaan masa lalu, dimana adenium begitu dipuja. Begitu dielu-elukan, melambungkan harga kamboja jepang yang tidak berasal dari jepang ini ke level harga puluhan juta. Wow!

Untuk menambah wawasan, saya pun ikut bergabung di group facebook Adenium Indonesia (AI), meski hanya sebagai silent reader, mengingat belum ada karya yang bisa dipamerkan. Celotehan-celotehan para pecinta adenium yang dipost di group FB ini memberikan semangat untuk makin mengenal di bunga cantik ini.

Mungkin, saat ini dari sisi harga, adenium terjun bebas. Namun dari keindahan, tak terdegradasi sedikitpun. Bunga-bunga mungilnya memberikan kecerahan, mungkin karena faktor warna. Postur yang dengan leluasa bisa dibentuk bonsai sedemikian rupa, semakin menambah daya tarik si cantik ini.Hal yang membuatku terpana akan adenium antara lain, bonggol yang kekar, cabang yang rimbun, daun mungil dan bunga cerianya. Akhirnya membawaku berkecimpung makin dalam. Kombinasi ilmu dari internet, baca buku dan improvisasi dalam praktek semoga akan membuat impian akan taman adenium di pekarangan dengan jenis dan warna yang beragam. Semoga……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *