Membuat Bakalan Bonsai

Bonsai yang berkualitas diperoleh dari bahan tanaman yang berkualitas juga. Para kreator harus dapat mengidentifikasi tanaman yang dapat dijadikan sebagai bakalan. Karena di situlah titik awal karya mereka akan ditentukan.
Kebanyakan, bakalan bonsai di dapat dari alam. Namun seiring semakin banyaknya seniman-seniman bonsai yang mengambil dari alam, jumlahnya semakin langka. Bakalan bonsai dapat dibuat sendiri. Namun dalam prosesnya membutuhkan ketelatenan yang tinggi dan waktu yang tidak sebentar.

Teknik-teknik Pembentukan Bakalan Bonsai

Beberapa teknik yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :

Teknik Pembibitan Biji
Tanaman didapat dengan meyemaikan biji. Biasanya diaplikasikan pada tanaman kemuning, delima, asam jawa, asam belanda, jambu biji dan sawo. Setelah tanaman tumbuh, maka dapat dijadikan bahan dengan cara cangkok, stek dan enten. Kelebihannya kita tidak perlu merusak alam untuk mendapatkan bahan. Kekurangannya, butuh waktu yang lama serta belum tentu hasil semaian tersebut berkualitas.
Tidak sabar menanti semaian? Jangan khawatir, kita bisa membelinya dari petani pembibitan bonsai. Jadi peluang usaha di perbonsaian bukan hanya menjadi seniman atau kreator bonsai, tapi juga bisa sebagai petani bibit/bahan bonsai.

Teknik Stek
Yaitu teknik pemisahan bagian tanaman baik itu batang, tunas, akar maupun daun untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Tanaman bakalan bonsai jenis apa yang bisa distek? Sawo, jambu biji,jeruk , durian, delima dan sebagainya. Baru tahu kan?

Ada 3 macam teknik stek
1. Stek lunak
Stek dengan memotong bagian tumbuhan yang belum berkayu, misalnya pucuk ranting dan cabang muda yang masih dalam proses pertumbuhan.

2. Stek setengah lunak
Stek dengan menggunakan bagian tumbuhan yang belum berkayu keras sempurna. Yaitu bagian ranting dan cabang yang sudah berhenti pertumbuhannya, namun masih berumur kurang dari setahun.

3. Stek keras
Penyetekan dengan menggunakan batang atau cabang yang sudah tua, yaitu telah berumur lebih dari 1 tahun.

Teknik Cangkok

Tujuan cangkok adalah untuk memperbanyak tanaman dengan sifat sesuai dengan tanaman induk. Teknik ini dapat digunakan pada tanaman yang mempunyai kayu keras dan kulit kayu yang mudha dikelupas. Misalnya : sawo, asem, beringin dan jambu biji.
Teknik cangkok merupakan teknik yang sering dipakai karena pertumbuhan akar yang lebih cepat dibandingkan stek. Cara mencangkok adalah dengan menghilangkan kulit dan membersihkan kambium. Tutup dengan tanah subur dan bungkus dengan menggunakan bahan yang berventilasi. Bisa menggunakan sabut kelapa. Jika menggunakan plastik untuk mencangkok sebagai pembungkus, pastikan plastik tersebut dilubangi agar sirkulasi udara lancar.

Teknik Okulasi

Kualitas calon bakalan yang jelek, dapat diatasi dengan teknik ini. Yaitu menyambungkan tunas berkualitas ke tanaman yang kurang baik. Biasanya tanaman utama mempunyai akar dan batang yang sehat dan kokoh. Tunas yang disambungkan untuk membentuk bagian atas bonsai (dahan, ranting, daun maupun bunga).
Teknik ini memungkinkan untuk menggabungkan 2 atau lebih tanaman dengan karakter yang berbeda. Kesempurnaan bonsai dapat ditempuh dengan cara ini. Jika cabang dan daun tidak bagus bisa diokulasi dengan tunas yang berpotensi cabang dan daun yang lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membuat Bakalan Bonsai"

Posting Komentar