Cara Merawat Bakalan Bonsai

Bakalan bonsai adalah tanaman caon bonsai yang akan mendapat perlakuan tertentu dalam rangka pengkerdilan. Pada tahap sebelum pembentukan, bakalan bonsai harus mendapat perawatan yang intensif agar tidak kaget saat dilakukan proses pembonsaian.

Perawatan yang lebih khusus untuk bakalan bonsai yang didapat dari alam, karena biasanya terdapat beberapa kerusakan pada saat proses pengambilan. Bagian akar adalah bagian yang paling sering mengalaminya. Daun-daun biasanya juga dipangkas saat pengambilan guna memudahkan dalam proses pengambilan dan pengangkutan.

Yang dimaksud dengan perawatan di sini adalah usaha untuk menghidupkan kembali tanaman secara normal agar dapat beradaptasi dengan lingkungan dan media tanam yang baru. Di sini akan coba saya uraikan tentang perawatan untuk bakalan bonsai yang di peroleh dari alam.

Penanaman sementara

Bakalan bonsai yang akarnya masih dibungkus plastik sebaiknya ditanam di tempat yang lebih besar dari pada media bonsai yang kelak akan digunakan. Tujuannya sebagai pengenalan atas terbatasnya media di bandingkan dengan alam yang merupakan habitat sebelumnya. Misal : Menanamnya di pot besar atau bisa juga menggunakan ember / bak plastik.

Penamanan sementara juga bisa dilakukan di tanah langsung. Pastikan tanah yang digunakan adalah tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Caranya dengan memperhatikan tanaman-tanaman yang telah tumbuh di atas tanah tersebut.

Setelah masa perawatan selesai, pindahkan bakalan bonsai ke habitat bonsai yang sebenarnya. Pot yang digunakan biasanya mempunyai bentuk yang lebar, namun tidak tinggi. Tujuannya adalah untuk membatasi pertumbuhan bonsai, menonjolkan bagian akar dan batang tanaman agar “otot kekar” nya kelihatan.

Langkah-langkah dalam proses penanaman sementara adalah sebagai berikut :


1. Buat lubang tanam

Lubang tanam harus dilakukan pada lokasi yang tepat. Ukuran lubang menyesuaikan dengan bakalan bonsai yang akan ditanam. Ingat, plastik pembungkusnya juga harus dapat masuk dengan lelusa atau tidak terlalu rapat.

2. Memupuk Media Tanam

Setelah lubang dibuat, maka langkah berikutnya sebelum tanaman di pindahkan adalah memberi pupuk kandang. Jumlah takarannya adalah setengah dari ketinggian lubang tanam. Gunakan pupuk kandang yang telah matang dengan sempurna. Ciri-cirinya adalah kering, tidak lengket dan tidak berbau. Pupuk kandang yang belum matang sempurna akan membuat akar tanaman kepanasan. Kandungan nutrisi dalam pupuk kandang akan lebih mudah diurai dan diserap tanaman pada saat sudah matang dengan sempurna.

3. Penanaman sementara

Masukkan tanaman yang akan dijadikan bonsai (bakalan) ke dalam lubang yang sudah diberi pupuk. Timbun kembali lubang dengan tanah agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh.

Idealnya, penanaman ini dilakukan minimal 1 hari setelah pupuk kandang diberikan di dalam lubang. Jadi lubang tanam dan pupuk didiamkan selama 24 jam agar pupuk dapat menyerap sempurna di pori-pori tanah dan memberi kesempatan bakteri-bakteri yang merugikan untuk meninggalkan media tanam.

Demikian uraian singkat mengenai teknik-teknik penanaman sementara sebagai bagian dari tahap persiapan pembentukan bonsai. Di kesempatan berikutnya akan saya sampaikan tentang Perawatan Intensif. Selamat berkebun, selamat berkreasi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Merawat Bakalan Bonsai"

Posting Komentar