Perawatan Luka Bekas Pemangkasan atau Pruning pada Bonsai Adenium

Salah satu tahapan dalam membentuk bonsai adenium adalah pruning, pemangkasan batang, cabang ataupun ranting yang tidak sesuai dengan irama komponen dan untuk merangsang tumbuhnya tunas baru.Proses pruning meninggalkan luka pada bagian yang dipotong. Jika tidak dirawat dengan baik, bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri yang bisa mengakibatkan busuknya batang atau cabang. Kalaupun tidak menyebabkan adenium mati, tetap saja akan meninggalkan bekas yang merusak keindahannya. Hal ini , jika dalam kontes adenium, akan mengurangi nilai kesan pertama.

Cara merawat luka bekas pruning

Bekas luka akan mengurangi nilai keindahan, dalam sebuah kontes nilai kesan pertama akan ngedrop ketika ada bekas luka yang tidak tampak alami. Poin penilaian akan berkurang. Untuk itu , diperlukan perawatan agar luka tersebut terkesan alami. Luka alami menggambarkan “perjuangan” adenium tersebut.

Ada beberapa teknik dalam merapikan bekas luka. Salah satunya adalah teknik Sleb. Ciri-ciri tenik ini adalah mengacu pada alur obyek yang dirapikan. Pada sebuah batang atau cabang yang sudah dipotong , maka kulit di sekitarnya sebaiknya diiris tipis sehingga bekas potongan tersebut hampir rata. Arah irisan searah dengan tumbunya tunas atau cabang. Luka bekas irisan tersebut kemudian di olesi dengan pestisida. Gunakan obat pestisida yang bersifat antibakteri, antivirus dan antijamur, misal yang sering dipakai adalah bactocyn dan dithane.

Buat larutan dengan mencampur pestisida tersebut dengan air, perbandingan 1:3. Aduk rata hingga merata membentuk pasta yang agak encer. Segera oleskan secara merata di bekas luka potong. Jika larutan terlalu lama didiamkan, akan mengakibatkan pengentalan yang berpengaruh terhadap penampang luka yang diolesi , akan melesak ke dalam. Tujuan merapikan bisa gagal total.


Gambar 1 : Pemotongan cabang menggunakan pisau tajam steril.



Gambar 2 : Bagian pinggir penampang luka di iris agar rapi dan agak rata dengan batang.



Gambar 3 : Larutan disinfektan yang telah dibuat. 1 menggunakan bactocyn yang berwarna hitam, satunya lagi dithane yang berwarna kuning.



Gambar 4 : Larutan bactocyn dan dithane dicampur sehingga menghasilkan warna keabu-abuan, menyerupai warna asli kulit tanaman adenium. Komposisi larutan tergantung dari warna yang diinginkan. Silakan sesuaikan takarannya masing-masing, karena warna kulit adenium bermacam-macam.



Gambar 5 : Oleskan larutan disinfektan ke permukaan luka.



Gambar 6 : Warna bekas luka menjadi sewarna dengan warna kulit tanaman adenium


Setelah penutupan luka dengan larutan yang bersifat anti virus, anti bakteri dan anti jamur, yang harus diperhatikan adalah tempat meletakkan tanaman tersebut. Jangan sembarangan menaruh tanaman yang masih dalam proses pengobatan luka akibat pruning. Karena faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap penyembuhan luka.

Hindarkan dari tempat yang lembab, usahakan yang terkena sinar matahari langsung minimal 5 jam sehari. Sinar matahari akan membantu pemulihan luka, karena luka akan cepat kering. Simat yang cukup juga akan membunuh bakteri dan jamur. Jangan sampai bekas luka terkena air, baik air hujan maupun kecipratan air sangat proses penyiraman tanaman. Hal tersebut akan mengakibatkan pembusukan karena jamur dan bakteri mudah berkembang dalam kondisi lembab. Jaga agar luka benar-benar mengering, baru bisa diperlakukan seperti biasa lagi. Proses perawatan hingga kering sempurna kira-kira membutuhkan waktu sampai dengan 1 bulan.

Demikian, cara merawat luka bekas pruning atau pemangkasan pada proses pembentukan bonsai adenium. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga : Persiapan Sebelum Mengikuti Kontes Adenium

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perawatan Luka Bekas Pemangkasan atau Pruning pada Bonsai Adenium"

Posting Komentar