Cara Menanam Biji Daun Saga Rambat

Manfaat saga untuk batuk anak
Berawal dari anak saya yang sakit batuk, sudah berhari-hari tapi belum ada tanda-tanda kesembuhan. Waktu itu ragu mau pakai obat batuk yang dijual di apotik-apotik dan toko obat, karena usia anak yang masih kecil, 2 tahun. Akhirnya, oleh tetangga disarankan untuk menggunakan obat alami, yaitu daun saga.

Kebetulan di rumah tetangga tersebut ada pohon saga yang sangat lebat. Saya minta segenggam daun saga untuk diolah menjadi obat. Daun tersebut dicuci bersih dengan air yang telah dimasak, direndam dengan air hangat sambil diremas-remas, sehingga airnya menjadi berwarna kehijauan. Kemudian disaring untuk memisahkan ampas daun. Air hasil perasan daun saga itulah yang diminumkan ke anak. Alhamdulillah batuknya berangsur sembuh. Bahkan sudah terasa efeknya pertama minum obat daun saga tersebut.

Saya memutuskan untuk meminta biji daun saga untuk ditanam sendiri, agar suatu saat nanti saat dibutuhkan , akan selalu tersedia. Cara menanam daun saga tidaklah sulit. Tanaman ini termasuk mudah tumbuh. Tahap-tahap menanam daun saga berdasarkan pengalaman saya.

Tahap persiapan

cara menanam biji daun saga

Biji saga yang akan ditanam hendaknya matang dengan sempurna. Tandanya apa? Biji tersebut berasal dari buah saga yang kering di pohon, sehingga kulit buahnya terbuka memperlihatkan isi / bijinya yang berwarna merah dengan noktah hitam di salah satu ujungnya. Biji yang terlepas dan jatuh sendiri di tanah biasanya telah matang sempurna.

Siapkan media tanam, bisa di tanah langsung atau menggunakan pot , polybag dan tempat lainnya. Yang paling baik, media tanam untuk menanam biji daun saga adalah campuran tanah, sekam bakar dan kompos. Saya biasanya beli di tukang jual tanaman atau di toko pertanian. Di kemasannya tertera komposisinya seperti yang saya sebutkan tadi. Yang perlu dihindari adalah penggunaan pupuk kandang yang belum matang, yaitu ditandai dengan kondisinya yang basah, bau dan lengket ketika dipegang tangan. Jika mau menggunakannya, pilih pupuk yang sudah kering. Pupuk yang masih basah akan terasa panas bagi calon tunas, yang dapat mengakibatkan gagalnya penyemaian.

Tahap Penyemaian

Biji saga termasuk dalam jenis “biji keras”. Beberapa referensi menyebutkan, untuk benih “biji keras” sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan air hangat kuku , kurang lebih 40 derajad celcius selama 24 jam. Jangan salah paham, bahwa air harus selalu hangat kuku selama waktu perendaman. Kondisi air dengan suhu sekitar 40 derajad hanya pada saat mulai merendam. Setelah air dingin, tidak perlu ditambah air panas lagi. Tujuannya adalah untuk memperlunak kulit biji dan “membangunkan” biji dari masa hibernasi. Namun saya tidak pernah melakukan itu. Toh berhasil juga.

Buat lubang di tanah sekitar 5 mm (setengah cm). Masukkan biji saga ke dalamnya, kemudian tutup dengan menaburkan tanah di atas lubang hingga semua bagian biji tertimbun. Kemudian siram dengan air hingga tanahnya basah merata. Jaga kondisi tanah agar selalu basah, namun tidak tergenang. Jangan pernah membiarkan tanah semaian kering, ini akan memperlama pertumbuhan biji daun saga. Biji saga biasanya membutuhkan waktu 2 minggu – 1 bulan untuk tumbuh tunas.

Tahap penanaman

Ketika biji saga sudah tumbuh, sampai berumur 1 bulan terhitung dari tumbuh tunas dan tinggi bibit lebih dari 15 cm dengan jumlah daun lebih dari 8 tangkai maka sudah bisa dipindahkan ke tempat penanaman permanen. Ambil bibit tanaman sekalian dengan tanahnya, biar tidak merusak akar dan mempermudah adaptasi di tempat baru. Buat lubang sedalam 10 cm, letakkan bibit saga dan timbun bagian akar dengan tanah agar tanaman dapat berdiri sempurna. Siapkan tiang rambatan yang bisa terbuat dari bambu atau kayu yang tidak mudah lapuk. Saya paling sering menggunakan pohon atau pagar sebagai rambatan tanaman saga.

Siram tanaman 2 kali sehari selama seminggu pertama pemindahan. Setelah itu cukup 1 kali sehari di kala pagi atau sore/malam. Jangan menyiram saat siang terik, karena dapat menyebabkan tanaman layu.

Kesimpulan :
Poin-poin penting dalam menanam daun saga :
1. Biji sudah matang sempurna.
2. Lubang tanam jangan terlalu dalam, agar tunas yang tumbuh mampu mendorong tanah untuk menyembul di permukaan.
3. Jaga tanah/media tanam selalu basah, tapi tidak tergenang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menanam Biji Daun Saga Rambat"

Posting Komentar